PEMASANGAN PIPA PAMSIMAS DESA KIYANGKONGREJO DIDUGA TAK SESUAI STANDARD

(IndonesiaBangkit.Net, Purworejo) – 23 Oktober 2020 – Program Nasional Penyediaan Air Minum (Pamsimas) adalah program dari Kementrian Keuangan yang tujuannya menyediakan air bersih bagi warga. Akan tetapi pada pelaksanaannya, banyak Pamsimas yang diduga menyimpang.

Tak jarang pula yang pengelolaannya tidak jelas bahkan mangkrak. Seperti yang terjadi di Desa Kiyangkongrejo, Kecamatan Kutoarjo, warga mengkritisi keberadaan pamsimas yang berdiri sejak tahun 2016 lalu. “Saat pembangunan dulu setahu saya pipanya masih sisa banyak, tidak tahu dikemanakan. Airnya harusnya mengaliri tiga dusun, tapi hanya dua dusun yang diairi, itu pun sekarang hanya tinggal satu dusun,” kata salah satu warga, LNH saat ditemui di Desa Kiyangkongrejo, Rabu malam (21/10).

Ia juga menjelaskan bahwa, pemasangan pipa pun tidak sesuai standar. “Dilihat kasat mata, kedalaman pipa yang ditanam hanya sekitar 10 cm. Normalnya ya harusnya ditanam di kedalaman¬† sekitar 20 cm,” ungkapnya sambil memperlihatkan beberapa foto yang ia jadikan bukti. Dari foto-foto tersebut terlihat jelas bahwa pipa merk Maspion itu tidak diurug atau ditanam dalam tanah. Sehingga rawan pecah saat dilewati kendaraan bermotor. Padahal dalam standar pemasangan pipa pamsimas, harus diurug tanah.

Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Kiyangkongrejo melalui anggota Pamsimas, Bambang Supriyanto membantah adanya penyimpangan program Pamsimas. “Tidak benar jika pamsimas dikatakan mangkrak, tidak berfungsi. Sampai sekarang masih dipergunakan warga satu dusun. Sebenarnya dua dusun yang diairi, tetapi karena ada pipa yang pecah akibat terkena bekhoe saat pengerjaan jalan jadi hanya satu dusun yang airnya masih mengalir,” bantah Bambang saat ditemui di kantor desa, Kamis sore (22/10).

Saat ditemui tim (indonesiabangkit.network) Menurut Bambang, pihaknya telah meminta ganti ke Dinas PUPR tapi hingga sekarang belum diberi gantinya. “Pamsimas itu merupakan bantuan dari Dinas Perkimtan sebanyak Rp249 juta. Kami sudah membuat jalur pipa ke seluruh desa, akan tetapi banyak warga yang tidak mau memakai air pamsimas dengan alasan air sumur mereka lebih jernih. Saat ini pembayaran pamsimas dikelola oleh pihak ketuga,” tambah Kades Kiyangkongrejo, Akhmad Asngudi. Dari Purworejo Jawa Tengah Suryanedi Untuk Indonesia Bangkit Network.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment