USAI MEMBACA SURAH AL FATIHAH, HM SADRI ARSYAD WAFAT SAAT TENGAH MEMIMPIN SHOLAT JUMAT

(IndonesiaBangkit.Net, Sampit) – 14 September 2018 – Jamaah masjid Jami Assalam Sampit, Kabupaten kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah jumat siang (14/09) tadi sempat dikagetkan dengan wafatnya imam saat memimpin sholat jumat. Almarhum yang bertindak sebagai imam sholat jum’at, tiba-tiba terjatuh dan kemudian langsung meninggal dunia.

Wafatnya sang Imam terjadi usai membaca surat al-fatihah, di rakaat kedua. Pada awalnya tidak nampak sedikitpun tanda-tanda jika imam yang memimpin sholat jum’at bernama HM. Sadri Arsyad, yang berusia 76 tahun ini, akan meninggal dunia dengan cara yang diyakini oleh umat islam sebagai cara meninggal dunia yang penuh dengan keberkahan ini.

“Waktu itu almarhum juga bertindak selaku khotib, semuanya sempat berjalan dengan lancar. Namun pada saat memasuki rakaat kedua, usai almarhum membacakan surat al-fatihah, tiba-tiba almarhum ambruk kelantai dengan kondisi sujud,” terang putra sulung Almarhum, Zaenal Hakim.

Mengetahui imam yang memimpin sholat terjatuh dan tidak bangun, seorang makmum yang berada dibelakang imam tersebut kemudian langsung maju menggantikan sebagai posisi imam dan melanjutkannya hingga selesai sholat. “Begitu sholat selesai para jamaah langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada almarhum, dan kemudian langsung membawa almarhum ke rumah sakit dr. murdjani sampit, untuk mendapatkan pertolongan medis,” tutur putra almarhum itu lagi.

Namun nasib berkata lain, sang imam yang dikenal bersuara merdu serta mantan seorang qori nasional ini, sudah dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. Pihak keuarga dan kerabat mengaku terkejut dengan kepergian almarhum yang begitu cepat, namun begitu keluarga mengaku sudah mengikhlaskan semua ini dan memohon kepada Allah SWT semoga almarhum dapat diterima disisi-Nya.

Kabar tentang kematian imam masjid jami Assalam Sampit ini, langsung tersiar luas di kota dan wargapun nampak berdatangan memenuhi masjid jami yang menjadi tempat persemayaman sebelum almarhum dimakamkan di komplek pemakanan keluarga yang berada di Jl. Iskandar 29, Sampit. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai seorang qori, bahkan hingga tingkat nasional mewakili provinsi Kalimantan Tengah. Selepas menjadi qori, beliau setiap tahun selalu dipercaya sebagai hakim atau juri acara MTQ baik tingkat kabupaten maupun provinsi. (Syani)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment