TERPIDANA NON MUSLIM MEMILIH DIHUKUM CAMBUK SECARA SYARIAH ISLAM AGAR PERSINGKAT HUKUMAN

(IndonesiaBangkit.Net, Lhokseumawe) – 7 Agustus 2018 – Empat terpidana mendapat eksekusi hukuman cambuk di stadion tunas bangasa Lhokseumawe. Meski memakai aturan Kanun syariah islam, satu terpidana diantaranya beragama non islam. IndonesiaBangkit.Net mengkonfirmasi hal ini kepada jaksa fungsional pidana umum kejaksaan negeri Lhokseumawe, Agus Salim Tampubolon SH.

Terpidana non muslim tersebut adalah Dippos Nainggolan yang atas permintaan sendiri dan dibenarkan menurut kanun untuk memilih hukuman yang akan di jalani. “Nah yang ini khusus untuk yang giliran terakhir ibu Dippos, kebetulan ibu ini menundukkan diri ke kanun aceh dasar hukumnya ada di pasal 5 no 6 tahun 2014. Ini baru pertama kali hukuman cambuk terhadap non muslim dilaksanakan di Lhokseumawe,” papar Jaksa Pidana Umum, Agus Salim Tampubolon SH.

Satu-persatu mereka di panggil ke panggung untuk menjalani hukuman cambuk dimana para pelaku antara lain Jailani alias Joi bin M Nur terlibat Jarimah pelecehan seksual terhadap anak mendapat 30 kali cambuk potong  4 cambuk untuk empat bulan manjalani tahanan. Bahrum M Alias wak Baang terlibat Jarimah pelecehan sesual terhadap anak Uqubat ta’zir cambuk sebanyak 25 kali potong tiga bulan tahanan, Aisyah binti Abdul Gani kasus Khamar, Jarimah menyimpan dan menjual Khamar dihukum 25 kali cambuk dimuka umum dipotong tiga kali tahanan.

Sementara Dippos Nainggolan seorang Non Muslim (65) asal Kp 3 Lhokseumawe dirinya dihukum 17 cambuk setelah dipotong tiga bulan tahanan sebanyak 3 kali cambuk. Saat menjalani eksekusi Dippos tidak merasa ada keluhan bahkan wajahnya terlihat tidak menunjukkan perubahan, berbeda dengan tiga terhukum cambuk lalinnya, wajah dari ke tiganya memperlihatkan keluhan sakit.

Usai dicambuk Dippos dihampiri IndonesiaBangkit.Net terkait statusnya yang non muslim, apakah ada yang memaksa ia di hukum seperti ini. “Tidak ada paksaan saat saya memilih hukuman cambuk karena biar cepat selesai aja kalau hukuman kurungan kan terlalu lama “ jelas ibu Dippos Nainggolan sambil melangkahkan kakinya ke dalam mobil ambulance untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dippos Nainggolan terlibat kasus penjualan minuman keras di kp tiga gampong jawa kecamatan banda sakti pada 27 April lalu. Dalam pemeriksaan dia menyatakan memilih di hukum dengan qanun syariat islam atau hukuman cambuk di muka umum. (Bang Pon)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment