Siswa Jurang

 

(IndonesiaBangkit, Banyuwangi) Peristiwa tragis terjadi pada kegiatan kemah tingkat SD se Kabupaten Banyuwangi di lapangan Kalibendo, Kecamatan Glagah, Banyuwangi (Jawa timur).

Seorang peserta kemah tewas setelah sebelumnya sempat meregang nyawa akibat terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam hampir 20 meter, Kamis (28/04/2016)

Ironisnya, pelajar naas bernama Santoso Valentino tewas akibat fasilitas toilet yang kurang. Korban terjatuh ke jurang saat berniat buang air besar.

Siswa Jurang

Santoso Valentino (11), adalah siswa kelas 5 SDN 1 Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Peristiwa tragis ini terjadi pukul 05.00 WIB. Kronologisnya, pagi itu, korban mengalami sakit perut.

Sialnya, ketika ke toilet, ternyata sedang antre. Korban yang didampingi pembina, Johan, berlari mencari sungai. Karena masih gelap dan diduga tidak paham lokasi, korban terus berlari.

Siswa Jurang

Tidak disangka, dia terpeleset dan jatuh ke tebing jurang dari ketinggian sekitar 15 meter. Tubuh korban terguling beberapa kali, lalu kepalanya membentur batu. Korban masih sadar saat dievakuasi ke posko, karena kepalanya berdarah, korban dibawa ke Puskesmas Licin.

Setelah sempat sehat, bahkan bisa buang air besar, tiba-tiba Valen mendadak gelisah, kejang.

Karena kondisinya makin parah, Valen dilarikan ke RSUD Blambangan. Sayangnya, nyawa korban tak tertolong, meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

” Saat dibawa ke rumah sakit, korban terlihat kejang,” kata Johan, guru pembina korban. Akibat kejadian ini, rombongan kemah korban dipulangkan lebih awal.

Usai diperiksa medis, jenasah korban dipulangkan ke rumahnya di Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Keluarga korban, awalnya sempat protes dengan kejadian ini. Namun, setelah dijelaskan pihak medis dan polisi, mereka mau menerima kejadian ini sebagai musibah. ” Kami menerima sebagai musibah. Hari ini akan langsung dimakamkan,” kata Brendi, kakak korban.

Kapolres

Kapolsek Glagah, AKP Ibnu Mas’ud mengatakan hasil olah TKP korban terpeleset di tebing. Saat kejadian, korban berlari menggunakan sandal jepit. ” Korban memang mengeluh ingin buang air besar,” jelasnya.

Menurut Kapolsek, korban bersama sekolahnya menjadi peserta kemah yang digelar salah satu produk jamu tradisional. Kemah yang digelar mulai tanggal 27 April hingga 1 Mei 2016 itudiikuti 3500 peserta dari sejumlah SD di Banyuwangi.

Sementara itu, kegiatan perkemahan Indonesia Scout Challenge yang disponsori obat masuk angin untuk anak-anak itu masih tetap berlangsung seperti biasanya.

Adanya peristiwa maut itu, sejumlah panitia kemah yang ada di lokasi memilih untuk bungkam saat dikonfirmasi oleh IndonesiaBangkit.net (Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment