TERDAFTAR, BELI SERAGAM DAN IKUTI MASA ORIENTASI, MUHAMMAD FADDILAH DIRUMAHKAN DIHARI PERTAMA SEKOLAH

(IndonesiaBangkit.Net, Tangerang Selatan) – 29 Juli 2018 – Niat bersekolah Muhammad Faddilah Husein asal Tangerang Selatan harus kandas, bukan akibat keterbatasan biaya atau prestasi namun ditolak pihak SMAN 6 Kota Tangsel dengan alasan mengada-ada. Padahal sebelumnya, Muhammad Faddilah Husein dinyatakan diterima disekolah itu, bahkan sempat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS). Kini seragam serta perlengkapan lain yang ironis nya dibeli dari pihak SMA N 6 harus teronggok tidak terpakai.

Tim IndonesiaBangkit.Net, menyambangi kerumah Muhammad Faddilah Husein di Jalan Waru I Rt 001/Rw 03 Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel meminta keterangan terkait kasus ini. Leonita Sugiarti sang Ibu menceritakan sebab anaknya tak terdaftar sebagai peserta didik baru di SMA N 6 Kota Tangsel. “Dihari terakhir pengembalian berkas Jum’at 13 Juli lalu, sampai disekolah katanya sudah tutup dan saya diminta untuk datang lagi pada hari Senin. Lalu di hari itu selesai upacara saya baru diantar masuk ke salah satu ruangan, ternyata pak Adi Tama selaku ketua panitia tidak ada, menurut keterangan pihak sekolah, yang bersangkutan sedang berada di Solo.

Kemudian Leonita menemui pak H. Nurdin selaku penggati Pak Aditama tapi yang bersangkutan hanya menjawab itu tidak ada urusan dengan saya,” ujar Leonita, Minggu (29/7). Leonita mengaku merasa mendapat pelayanan yang kurang baik dari pihak sekolah, dan proses pengembalian berkas anaknya seperti sengaja dipersulit. Akibat proses pengembalian berkas yang tak kunjung selesai, sementara saat itu disekolah tersebut sudah memulai kegiatan MOS atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Leonita memberanikan diri menyuruh anaknya mengikuti kegiatan tersebut, berdasar pada bahwa nama anaknya memang telah ada didaftar peserta didik baru yang diterima di SMA 6 Tangsel. Terhitung selama MOS, Leonita terus datang ke SMA 6 Tangsel untuk memproses pengembalian berkas, namun hasilnya tetap nihil, ia mengatakan Aditama sangat sulit ditemui, sementara H. Nurdin pun tidak menanggapi.

“Pada saat tanggal 16 Juli itu saya kan masih binggung ya, saya masih berharap ketemu sama panitia Pelaksanaan PPDB nya, tapi karena pak Nurdinnya begitu dan saya juga kecewa. Terus ketika saya ke kantin dan melewati Koperasi, terus saya bertanya soal nebus seragam, setelah salah satu pegawai mengecek berkas anak saya, pegawai itu menyatakan bahwa anak ibu telah diterima karena ada bukti kertas yang menyatakan anak saya telah diterima di sekolah itu, dan akhirnya saya pun membeli seragam atas anjuran pegawai koperasi sekolah tersebut, seharga Rp 570 ribu,” lanjut Leonita.

Kemudian pada hari Senin, awal dimulainya proses belajar mengajar, Leonita merasa heran ketika anaknya pulang ke rumah ketika waktu masih menunjukan sekitar pukul sembilan pagi. Kepada ibunya Muhammad Faddilah Husein pun menceritakan perihal dirinya pulang lebih awal dari biasanya. “Anak saya merasa malu, katanya saat pembagian kelas dia lihat namanya dipapan tidak ada, baik dikelas IPA maupun IPS, kata anak saya ada dua orang katanya yang dipanggil sama guru bagian kurikulum bernama Diani, setelah menghadap ibu Diani anak saya disuruh pulang, sementara yang satunya lagi tidak,” kata Leonita.

Terkait hal ini pihak humas SMAN 6 Tangsel mengaku pihaknya tengah melakukan investigasi terkait hal ini. “Terkait anak sekolah yang dikeluarkan, itu sedang kita bicarakan, nanti di cek dia dari jalur apa, nanti kalau daftar namanya ada apa kesalahanya, tadi saya dengar katanya karena telat mengirim data, datanya telat ingin dikirim kesiapa gitu kan, kan itu mah gampang, tinggal kita cek kesalahannya dimana, kalau memang namanya udah ada terus datanya udah ada bisa disisipkan lagi itukan memang sudah resmi kalau memang sudah ada,” kata Budi selaku Humas SMA 6 Tangsel, saat menerima kunjungan anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Kori Priadi, Kamis (26/7).

Aditama selaku ketua panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA 6 Tangsel, oleh tim IndonesiaBangkit.Net belum dapat dikonfirmasi meski beberapa kali telah dihubungi melalui sambungan telpon selluler maupun melalui pesan Applikasi WhatsApp. (Rawih)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment