TAK PUAS TUNTUTAN JAKSA TERHADAP TERSANGKA PEMBUNUH, WARGA PANGGELDLANGU GELAR UNJUK RASA

(IndonesiaBangkit.Net, Purworejo) – 11 Oktober 2019 – Ratusan warga Desa Panggeldlangu Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo berunjukrasa di Kejaksaan Negeri Purworejo dan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo, Kamis (10/10). Mereka tidak puas dan pertanyakan tuntutan 20 tahun penjara dari jaksa penuntut (JPU) terhadap Gun, terdakwa kasus pembunuhan dengan korban istrinya Siti Sarah Apriyani, dan mertuanya Muh Yahyono serta Endang Susilowati.

Kehadiran mereka untuk untuk mengawal jalannya persidangan yang memasuki agenda pembelaan terdakwa itu. Warga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan kritikan terhadap jaksa penuntut. “Kami datang dengan massa yang lebih besar karena warga dan keluarga korban merasa kecewa dengan tuntutan jaksa. Maka kami ke kejaksaan untuk bertanya bagaimana bisa ada tuntutan 20 tahun,” kata warga Panggeldlangu Nasib, kepada tim IndonesiaBangkit.Net.

Warga menuntut terdakwa dihukum seberat-beratnya. Bahkan mereka meminta majelis hakim menjatuhkan vonis mati kepada Gun. Perbuatan terdakwa menghabisi tiga nyawa dan melukai anak kandungnya, katanya, dinilai sudah melampaui batas prikemanusiaan. Pihak kejaksaan menerima perwakilan warga dan pengacara keluarga korban. Kejaksaan diwakili dua JPU kasus pembunuhan dan Kasi Intel Zaenal Abidin SH, menjelaskan berkas dakwaan hingga fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

Zaenal Abidin mengatakan, pihaknya bekerja secara profesional tanpa tekanan pihak manapun dalam membuat dakwaan dan tuntutan. Semua, katanya, disesuaikan dengan fakta dan alat bukti yang ditemukan. “Bahwa memang berdasar alat bukti yang ada, kami tidak menemukan adanya unsur perencanaan, sehingga tidak kena sangkaan Pasal 340 KUHP,” tuturnya. Meski demikian, lanjutnya, majelis hakim akan memiliki pertimbangan sendiri dalam menjatuhkan vonis. “Bisa sama dengan tuntutan kami, bisa juga memiliki pandangan yang berbeda,” ucapnya.

Sementara itu, pengacara korban Didik Hariyanto SH mengemukakan, tuntutan JPU dinilai tidak sesuai dengan fakta persidangan. Dalam persidangan terungkap bahwa terdakwa berkali-kali menyampaikan ancaman untuk membunuh keluarga korban. Apabila didakwa dengan Pasal 340, katanya, tuntutan seharusnya hukuman mati atau minimal seumur hidup. “Tapi justru dakwaan Pasal 340 KUHP diabaikan, dengan pertimbangan pembunuhan itu bukan direncanakan dan merupakan aksi spontan,” ungkapnya.

Warga, lanjutnya, hanya bisa berpasrah diri karena kewenangan putusan ada pada majelis hakim. “Sekarang hati nurani majelis hakim yang kami ketok lewat dukungan warga selama proses penyidikan hingga persidangan. Tapi kalau tidak tersampaikan, kami akan melangkah ke Mahkamah Agung atau Kejaksaan Agung,” tegasnnya. Terpisah, Kapolres Purworejo AKBP Indra K Mangunsong SH SIK MSi mengemukakan, masyarakat harus menjaga keamanan dan ketertiban selama mengawal persidangan. “Apapun keputusannya itu yang terbaik, tetap jaga situasi kondusif dan jangan berbuat anarkis yang dapat merugikan mereka sendiri,” tandasnya.(Suryanedi)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment