TAK PEROLEH AKSES PUBLIK MEMADAI, PENYANDANG DISABILITAS DATANGI KANTOR DPRD KOTA BANJAR

(IndonesiaBangkit.Net, Banjar) – 10 September 2020 – Penyandang disabilitas di Kota Banjar mengaku kurang diperhatikan keberadaannya oleh Pemkot dalam mendapatkan akses publik. Stigma bahwa para penyandang disabilitas hanya sebagai penerima bantuan harusnya mulai perlahan diluruskan. Selain mendapat penilaian negatif diatas, penyandang disabilitas pun mengakui hadapi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan. Sehingga sangat sedikit ruang yang diberikan untuk kaum disabilitas dalam berbagai kegiatan, padahal mereka memiliki banyak keterampilan.

Kegelisahan tersebut menjadi dasar para penyandang disabilitas yang bergabung dalam Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia ( PPDI ) untuk mengadakan audiensi di gedung DPRD Kota Banjar Kamis (10/9/20). Dalam banyak hal para penyandang disabilitas tidak diikutsertakan, sebagai contoh untuk skala kecil seperti Musrendes, mereka tidak pernah dilibatkan.

Sehingga mereka tidak tahu apa saja program desa, apalagi program kota.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PPDI Kota Banjar Iwan Sanusi. “Kami bukan mau diistimewakan tapi kami minta hak kami yang tercantum di UU no 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Untuk penanganan di OPD, kami tidak hanya di Dinsos saja tapi di multi sektor. Sehingga bisa tercipta penyandang disabilitas yang tangguh, mandiri dan berdaya, ” jelas Iwan.

Dengan adanya audiensi ini Iwan berharap kesan bagi para penyandang disabilitas yang tadinya hanya dipandang sebagai penerima bantuan dan manfaat saja, nantinya bisa dihapus dan bisa dilibatkan dalam semua kegiatan sosial masyarakat. “Semoga dengan adanya kegiatan ini, Raperda dapat direalisasikan dan semua penyandang disabilitas bisa terlayani dengan baik di semua linu kehidupan, ” harapnya.

Sementara salah seorang anggota DPRD Kota Banjar, Dalijo memberikan apresiasi atas apa yang disampaikan oleh para penyandang disabilitas Kota Banjar. “Kami┬ásangat mendukung apa yang disampaikan oleh PPDI, untuk menuntut hak sesuai peraturan dan UU yang berlaku. Sementara saat ini apa yang diinginkan para penyandang disabilitas untuk di Kota Banjar belum semua tercover. Kami sepakat dibentuk Perda untuk mengakomodir apa yang menjadi harapan dari para penyandang disabilitas, ” ujarnya. Dari Banjar Jawa Barat Cucu Agus Lesmana untuk Indonesia Bangkit Network.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment