TAK MASUK DAFTAR PENGGUGAT, WURYATI MENGAKU DIPAKSA MEMBAYAR GUGATAN TANAH BEDUNG BENER

(IndonesiaBangkit.Net, Purworejo) – 7 Mei 2020 – Pencairan uang ganti rugi pada salah satu warga terdampak Bendung Bener yakni Wuryati, warga Desa Nglaris, Kecamatan Bener, berbuntut pilu. Kisahnya dituturkan saat ditemui tim Indonesia Bangkit Network di rumahnya, Rabu (6/5) dengan didampingi anaknya Rina dan suaminya Mubadi.

Wuryati menuturkan, kejadian bermula saat dirinya menerima uang ganti rugi senilai Rp 106.000.000, dimana dirinya merupakan satu-satunya warga yang terlebih dahulu menerima uang ganti rugi tersebut. Menurut Wuryati, dirinya terdesak oleh kondisi ekonomi karena harus membiayai pengobatan di rumah sakit serta membayar hutang pada beberapa orang sehingga ia nekad menemui pihak yang bisa membantunya.

Tak dinyana, setelah uang diterima dan habis untuk membayar hutang-hutangnya, pada tanggal 1 Mei, koordinator lapangan desa Nglaris yakni ES mendatangi dan mengatakan kalau ia diundang untuk pertemuan dengan kepala desa dan warga Desa Nglaris.  “Di balai desa saya ditanya macam-macam termasuk kesediaan saya menerima uang ganti rugi yang dianggap dapat mempengaruhi hasil putusan sidang, padahal nama saya tidak ikut dalam gugatan itu,” kata Wuryati.

Selain itu dalam forum ES juga mengatakan bahwa segala pencairan ganti rugi harus melalui paguyuban. Tak berhenti sampai di situ,  Wuryati mengaku diminta uang senilai Rp. 4.010.000 oleh E dengan dalih untuk keperluan administrasi pembaharuan gugatan. Pagi harinya, kata Wuryati, ia harus kembali mendatangi pertemuan. Dalam pertemuan kali ini jumlah uang yang diminta berubah menjadi Rp.5.000.000 karena termasuk katanya untuk membayar pengacara.

Ia mengaku terpaksa harus berhutang karena sore harinya uang itu harus diserahkan kepada korlap atau bendahara. Namun sayangnya saat penyerahan uang yang dilakukan di mushola itu pihaknya tidak memperoleh bukti pembayaran atau kuitansi. Saat ditanya, lanjut Wuryati, ES mengatakan bahwa uang itu sebagai sumbangan bagi warga Nglaris yang terdampak Bendung Bener. Wuryati merasa sedih dan kecewa. Terlebih lagi ketika dirinya mengetahui bahwa namanya tidak termasuk dalam daftar penggugat. Selain itu, uang Rp 5.000.000 yang diserahkan merupakan uang dari berhutang mengingat seluruh uang yang diterimanya telah habis tak tersisa.

Kepala Desa Nglaris, Nirman yang ditemui media pun tidak bersedia memberikan penjelasan tentang kasus ini. “Saya tidak ingin terlibat dengan masalah yang saya sendiri tidak tahu sebenarnya seperti apa. Saya juga tidak menerima uangnya,” ujar Nirman. Demikian pula korlap ES yang dihubungi melalui saluran WhatsApp malah menyarankan agar wartawan bertemu (kembali) dengan kepala desa untuk diagendakan bertemu dengan pengurus. Dari Purworejo Jawa Tengah Suryanedi untuk Indonesia Bangkit Network.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment