SYIAR BISNIS HALAL, 4 DESAINER JOGJA MEMBUKA JOGJA HALAL FESTIVAL 2018

(IndonesiaBangkit.Net,Yogyakarta) – 9 September 2018 – Exploring Muslim Fashion Business adalah tema talkshow yang akan dibahas oleh 4 desainer perempuan asal Yogyakarta pada Ajang Jogja Halal Festival, Jum’at, 12 Oktober 2018 di Jogja Expo Center Yogyakarta. Salah satu produsen batik khusus muslim/muslimah dari Sogan Batik, Iffah M Dewi, memiliki harapan besar event JHF 2018 bisa menjadi salah satu syiar terutama tentang bisnis yang halal di banyak sektor.

Pada Pembukaan event JHF 2018, Sogan batik menampilkan koleksi dengan motif unik. Aksara jawa akan menjadi ciri khas kemeja pria yang akan ditampilkan pada JHF, masih tetap dengan koleksi yang bercerita tentang sejarah Islam di Nusantara dan dunia. Bagi 4 desainer yakni Mudrika, Iffah M Dewi, LuffiVadisa, dan Wening, penampilan perdana di gelaran JHF ini memiliki harapan besar karena event ini bisa menjadi salah satu event untuk syiar terutama tentang bisnis yang halal di segala sektor. Tak hanya di Indonesia namun gerakan Bisnis Halal ini terus berkembang di seluruh dunia.

Keempat desainer busana muslim ini akan membahas beberapa hal tentang bisnis fashion muslim, antara lain •@MudrikaParadise – @Paradisebatik “How to create a fashion collection concept ideas.”
• @IffahMdewi – @Soganbatik Indonesia “Instagram marketing for muslim fashion brand.”
• @LuffiVadisa – @Luviahijab @luvnic_ “what, where and how of LUVIA ready to wear production”
• @Weningofficial – @WeningsLine
“how to manage customize fashion line ”

Ke empat desainer muslim ini sejak awal memiliki kesamaan yakni sama sama mencintai batik, terutama batik handmade. Mereka adalah produsen batik dan ethnic ready to wear. Memulai usaha produksi batik tulis pada awalnya bukan pekerjaan mudah bahkan banyak yang menilai rumit. Iffah M Dewi, Owner Sogan Batik bercerita tentang proses merintis usaha produksi batik ini penuh dengan liku-liku.”. Mulai soal Meleset warna, belang, malam pecah, lama kering krn hujan, hingga salah potong, keliru ukuran, reject, complain, dengan margin super tipis n bahkan sering minus.

Semua itu jadi makanan sehari2 di tahun2 awal memulai usaha sampai akhirnya belajar membuat sistem yg lebih teratur…”. Namun, Iffah menyadari bahwa semua dibutuhkan keuletan, kesabaran dalam menekuni dunia produksi. Proses berproduksi berkelanjutan ini pun bukan tanpa tantangan meskipun misal sudah punya 2 pabrik, batik & garment.

“… Yang tinggal di desa pasti tau bagaimana perjuangan petani, ya mirip2 begitulah…” ujar Iffah. Di tengah produk import yang terus membanjiri pasar dalam negeri, juga melalui perdagangan online, produk lokal pun semakin tergerus jika kita tidak menyikapinya dengan strategi dan langkah yang tepat. Dari data Kadin Indonesia, tahun 2018, kontribusi UMKM kita dalam perdagangan online Indonesia berdasarkan data 2018 hanya 7%. Hal yang membuat Iffah M Dewi mengaku cukup kaget.

Iffah mengajak para produsen lokal untuk terus bersemangat, fokus perbaikan kualitas dan layanan, kemudian mengajak para online marketer, untuk tidak meninggalkan produk lokal, terus mendukung produk Indonesia supaya lebih maju, imbuhnya. Lebih jauh terkait produk lokal dalam kaitannya Bisnis Halal khususnya muslim fashion, Iffah menghimbau kepada masyarakat Jogjakarta untuk hadir dalam ajang @jogjahalalfestival
JOGJA EXPO CENTER – JHF STAGE, Jumat, 12 Oktober 2018 mulai pukul 09.30-12.00 WIB. (Raya Sanjiwani)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment