Raung waspada
Dokumentasi Erupsi Gunung Raung 2015

(IndonesiaBangkit, Banyuwangi) Awan panas yang tiba-tiba muncul dari Gunung Sinabung, Sumatera Utara, membuat petugas pantau Gunung Raung, Banyuwangi, (Jawa Timur), ikut siaga.

Apalagi, sejak erupsi tahun lalu, status waspada Gunung Raung belum dicabut. Jalur pendakian juga ditutup, dan warga dilarang mendekat ke puncak hingga radius 2 kilometer. 

Meski erupsi Raung mereda, petugas tetap memantau penuh perkembangan aktivitas gunung setinggi 3332 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Raung waspada
Dokumentasi Erupsi Gunung Raung 2015

” Kita tetap pantau terus, apalagi status waspada Raung belum dicabut,” kata Burhanudin, petugas pos pantau Gunung Raung di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Senin (23/5).

Menurutnya, sejak erupsi dan dinyatakan siaga, status Raung kini sudah turun menjadi waspada. Dengan status ini, aktivitas Raung masih dianggap membahayakan. Karena itu, pendaki dilarang naik hingga ke puncak. Sebab, semburan awan berpotensi muncul sewaktu-waktu.

Gempa tremor kata Burhan juga masih berlanjut, namun dengan amplitudo lemah, berkisar 1-4 mm, dominan hanya 1 mm. Pantauan terakhir, puncak Raung terlihat terang, tak ada semburan abu dari arah puncak.

Aktivitas Gunung Raung sempat naik tajam, periode Juli-Agustus 2015. Imbasnya, sejumlah bandara di Jawa, Bali dan Lombok sempat ditutup beberapa kali karena hujan abu.

Setelah erupsi panjang, aktivitas Raung mulai turun, statusnya diturunkan dari siaga ke level waspada. Hingga bulan ini, status tersebut tetap berlaku.

Gunung Raung dengan tipe letusan strombolian dikenal memiliki kawah dan kaldera cukup luas. Sehingga, erupsi tak sampai meluap ke lereng di bawahnya. Status waspada ini juga belum berdampak pada aktivitas warga di sekitar lereng gunung. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa.(Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment