Etape 4

(BorneoBangkit, Banyuwangi) Mengejutkan Memang, ‪Baru 4 jam ditetapkan sebagai jawara, tiba-tiba muncul keputusan mengejutkan diambil commissaire International Banyuwangi Tour de Ijen (ITdBI) 2016.

Keputusan mengejutkan muncul setelah sebelumnya  ada laporan dari tim Kinan Cycling Team (Jepang).  Commissaire  memutuskan mencabut gelar juara ITdBI 2016 Peter Pouly dan memberikannya kepada pembalap di peringkat kedua general classification, Jai Crawford.‬ 

‪Ki-ka Martin Bruin (belanda), Majid Nasseri (Iran), Kikuchi Tsunnenori (Jepang)
‪Ki-ka
Martin Bruin (belanda), Majid Nasseri (Iran), Kikuchi Tsunnenori (Jepang)

‪Keputusan tersebut diambil setelah para commissaire alias wasit dalam ajang tersebut melakukan panel. Dalam rapat, mereka memutuskan bahwa pembalap Prancis itu telah melanggar artikel 1.3.019 dalam regulasi federasi balap sepeda dunia (Union Cycliste Internationale (UCI). ‬

‪Dalam artikel tersebut, sepeda para pembalap tidak boleh lebih ringan dari berat minimum 6,8 kg. Sepeda pembalap yang tergabung dalam Singha Infinite Cycling Team tersebut memiliki berat kurang dari 6 kg. ‬

‪Sanksi tersebut diumumkan oleh chief commissaire Majid Nasseri bersama dua commissaire lainnya, Kikuchi Tsunenori dan Martin Bruin, beberapa jam usai etape empat berakhir di Paltuding, Ijen.‬

‪“Balap sepeda adalah ajang olahraga yang mengandalkan sepeda sebagai alat utamanya. Karena itu, regulasi yang mengikatnya sangat ketat. Aturan di dalamnya tidak boleh dilanggar sedikitpun,” kata Nasseri kepada para wartawan Borneobangkit.com di Hotel Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (14/05/2016)

‪Chief commissaire asal Iran tersebut mengatakan bahwa pelanggaran tersebut adalah pelanggaran serius. Sanksinya tidak hanya kepada Pouly. Satu tim juga ikut didiskualifikasi. “Ini sebagai konsekuensi pelanggaran Pouly,” katanya. ‬

‪Namun, Nasseri menegaskan bahwa pelanggaran tersebut hanya terjadi di etape ke 4. Di etape sebelumnya, Pouly dan rekan-rekannya masih memenuhi regulasi balapan. ‬

‪Sebelumnya, Pouly mengakui bahwa dia sempat mengganti sepeda. Saat itu, Jesse Featonboy dari Team Swiss Wellness melihat ada retakan di frame sepeda Pouly. Dia lantas memutuskan berganti sepeda dan menggunakan sepeda cadangan. “Jika tidak ganti sepeda, saya mungkin akan terlibat dalam kecelakaan yang parah,” katanya. ‬

‪Alasan tersebut tidak bisa diterima commissaire. Menurut Nasseri, sepeda cadangan harus tetap memenuhi regulasi UCI. “Pebalap yang bersangkutan sempat meminta maaf. Kami menghargainya,” katanya. ‬

‪Martin Bruin, commissaire lainnya, mengatakan bahwa sanksi tersebut tidak ada hubungannya dengan penyelenggara event. Menurut dia, ini adalah keteledoran pebalap. “Pebalap yang harus memastikan bahwa mereka memenuhi regulasi yang ditetapkan,” tegasnya. (Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment