SEJARAH DAKWAH SUNAN KALIJAGA DALAM KARYA SOGAN BATIK

(IndonesiaBangkit.Net, Yogyakarta) – 9 Juli 2018 – Pengetahuan akan sejarah bangsa kini tidak sebatas didapatkan melalui media buku atau bacaan. Hal ini diyakini dan diaplikasikan oleh Iffah M Dewi dan team desain (Atiyah & Gresi Graventi) dari Sogan Batik.

Pada ajang Indonesian Modest Fashion Week 2018 lalu, Sogan Batik menampilkan karya yang bercerita tentang Kisah perjuangan Salah satu wali dari 9 wali yang berdakwah mengajak kepada kebaikan di tanah Jawa yakni Sunan Kalijaga.

Mereka mengolah elemen2 kisah sejarah Sunan Kalijaga dan berbagai cara dakwah beliau, seperti Wayang, gamelan, suluk atau tembang, tata kota, tarian, alat pertanian, busana dan seni budaya tradisional lainnya melalui media batik dalam 10 desainnya.

Kisah Sunan Kalijaga bernama asli Raden Syahid, dituliskan ulang dengan cara kreatif dalam 10 desain antara lain :

1. Syekh Malaya_Loncoat dimana Dakwah beliau digambarkan dengan dengan kubah hijau masjid Nabawi (masjid Nabi Muhammad SAW) dan rumah Joglo di Jawa, dan ombak dilautan diantaranya.

2. Lokajaya _Blouse ; Melihat ketidak adilan dan kemiskinan disekitarnya, Raden Said tidak bisa tinggal diam, beliau melakukan merampok gudang penyimpanan hasil bumi, lalu hasilnya ia bagikan kepada orang-orang yang miskin. Sampai dijuluki dengan nama Lokajaya. Sampai pada suatu hari ia bertemu Sunan Bonang. Yang menasihati Raden Said bahwa “tujuan benar harus dilakukan dengan cara yang baik. Tujuan baik harus dilakukan dengan cara yang benar”. Kemudian Raden Said ber taubat dan menjadi murid dari Sunan Bonang.

3. Waringin_blazer: Sunan Kalijaga memiliki peran yang besar pada pengaturan tata kota di kerajaan Islam di Jawa. Pemberian nama alun-alun dihalaman keraton, Sunan Kalijaga dengan mengambil kata dari bahasa arab yakni Allaun artinya banyak macam atau warna. Di ucapkan dua kali Allaun-allaun yang maksudnya menunjukkan tempat bersama segenap rakyat dan penguasa di pusat kota. Waringin berasal dari kata Waraa’inartinya orang yang sangat berhati-hati. Orang orang yang berkumpul di alun alun tersebut sangat hati hati memelihara dirinya dan menjaga segala hukum atau undang undang, baik undang undang negara ataupun undangundang agama yang dilambangkan dengan dua beringin yaitu AlQur’an dan Hadits nabi. Alun alun biasanya berbentuk segi empat, hal ini dimaksudkan agar kita dalam menjalankan ibadah seseorang harus berpedoman lengkap kepada syariat, hakikat, tariqat dan ma’rifat.

4. Wayang_dress ; Cara dakwah Sunan Kalijaga salah satunya adalah dengan wayang Bukan tentang cerita Mahabarata dan Ramayana khas hindu. Namun untuk kepentingan dakwah agar agama Islam dapat lebih mudahditerima oleh masyarakat Jawa, maka cerita cerita tersebut dimasukkan unsur unsur dakwah Islam maka muncullah lakon lakon yang sesuai dengan Islam. Contohnya adalah yang terdapat pada lakon Jimat Kalimasada yaitu inti dari ajaran Islam yaitu tentang dua buah kalimat Syahadat (kalimasada).

5. Punokawan_tunik ; Sunan Kalijaga menciptakan 4 tokoh wayang yang sangat dikenal sampai saat ini yaitu Semar, Gareng , Petruk dan Bagong. Digambarkan dengan 4 kain yang menjulur kebawah dengan 4 jenis motif ;

6. Gamelan_outer ; Sunan Kalijaga bersama Sunan Bonang menggunakan Gamelan dalam berdakwah . yang terdiri dari 5 jenis alat ;

a. Kendang ; Kendang berarti kedah tandang (harus maju). Maknanya, umat Islam harus maju. Maju pikirannya, maju ilmunya, dan harus mampu menjadi pimpinan.

b. Ketuk ; Ketuk berarti kedah tuku (harus beli). Membeli dengan mengucapkan syahadat .

c. Kemong ; Kemong berarti kedah momong (harus bisa mengasuh). Maknanya, umat Islam yang berilmu harus bisa mengasuh orang lain yang belum mengerti apa-apa supaya menjadi mengerti.

d. Kening; Kening berarti kedah ningali (harus melihat. Maknanya, bila ada pagelaran wayang kulit seluruh masyarakat harus melihat sebab pagelaran wayang kulit di zaman wali itu bukan alat hiburan semata. Lebih penting dari itu adalah sebagai alat untuk menyebarkan agama Islam.

e. Gong; Gong kalau dipukuli bunyinya, “Gerr …” Bunyi suaranya berat dan panjang bergelombang. Musik apa pun bila tanpa gong atau bas tidak enak didengar. Menurut masyarakat Cirebon, bunyi ger tersebut mempunyai arti Allahu Akbar.

7. Topeng_tunik ; Sunan Kalijaga bersama Sunan Gunungjati menggunakan Tari Topeng sebagai salah satu cara berdakwah. Berikut beberapa jenis tari topeng yang digambarkan dengan 5 jenis motif batik dibagian bawah tunik ;

a. Topeng Panji merupakan akronim dari kata MAPAN ning kang SIJI, artinya tetap kepada satu yang Esa atau dengan kata lain Tiada Tuhan selain Allah SWT.

b. Topeng Samba Berasal dari kata SAMBANG atau SABAN yang artinya setiap. Maknanya bahwa setiap waktu kita diwajibkan mengerjakan segala Perintah- NYA.

c. Topeng Rumyang. Berasal dari kata Arum / Harum dan Yang / Hyang (Tuhan). Maknanya bahwa kita senantiasa mengharumkan nama Tuhan yaitu dengan Do’a dan dzikir

d. Topeng Temenggung. Memberikan kebaikan kapada sesama manusia, saling menghormati dan senantiasa mengembangkan silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh

ey. Topeng Klana. Kelana artinya Kembara atau Mencari. Bahwa dalam hidup ini kita wajib berikhtiar.

8. SuroJan_blazer ; Sunan Kalijaga juga berdakwah melalui busana, beliau mengkreasikan busana yang disebut Surjan berasal dari kain lurik , berikut makna Surjan ; Asal kata Surjan adalah siro + jan . maknanya cahaya/ pemberi cahaya.

– Pada leher baju surjan ada kancing 6 kancing gambaran dari rukun iman. Rukun iman tersebut adalah iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, utusan Allah, hari kiamat, Qadha Qodar Allah.

– 2 kancing di dada sebelah kiri dan kanan. adalah tanda dari dua kalimat syahadat .

– 3 buah kancing di dalam, yang tdk terlihat dari luar yaitu 3 nafsu manusia yang harus diredam, al nafsu bahimah (hewani), nafsu lauwamah (nafsu makan dan minum), dan nafsu syaitoniah (nafsu setan). .

5 kancing pada bagian lengan. Angka 5 lazim berkaitan dengan rukun Islam .yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat, dan haji .

9. Tani_kebaya ; Sunan Kalijaga memberikan makna baru pada alat pertanian yaitu Luku (bajak ) dan kenthongan. Ajaran Sunan Kalijaga tentang pertanian, khususnya tafsir terhadap alat luku dan pacul merupakan ajaran yang diikuti wong tani secara turun temurun.Tentang luku, umpamanya, Kanjeng Sunan memberikan makna simbolis dan bagian-bagiannya yang mengandung ajaran-ajaran dalam kehidupan manusia di dunia dan akhirat.

10. Thareqa_dress ; Ajaran Sunan Kalijaga ada 3 hal ; digambarkan dengan ruffle 3 lapis diatas dress lebar.

– Mujahadah : Berjihad menumpas hawa nafsu yang menghalangi jiwa untuk dekat kepada Allah SWT

– Muraqabah : Memperhatikan gerak-gerik hati, jangan sampai terpengaruh dengan dunia dan hawa nafsu.

– Musyahadah : Menyaksikan dengan jiwa akan kebesaran Allah Ta’ala dan alam ghaib yang penuh dengan keajaiban da kebesaran Allah SWT. (Raya Sanjiwani)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment