(IndonesiaBangkitNet, Ambon)  – Richard de Fretes, bocah 7 tahun asal  kota Ambon, Maluku, tetap tegar meski terlihat kondisi fisiknya sakit.  Anak pasangan Cristofel de Fretes (36)  dan Valentine de Fretes (34) ini divonis menderita  kanker di hatinya. Meski hidup dengan kondisi fisik yang sangat memprihatinkan itu, namun Richard  tetap ceria dan semangat menjalani aktivitas sehari-harinya.

Saat IndonesiaBangkit.Net temui di rumahnya yang beralamat di Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Maluku, pada Jumat  (07/07), dia masih terlihat ceria. Meski terlihat  menahan kesakitan, namun bocah ini masih tetap untuk meladeni para jurnalis yang datang untuk melihatnya. Hal ini tidak  seperti yang dibayangkan orang yang melihat fotonya yang tersebar di berbagai media sosial beberapa hari belakangan ini.

Sambil digendong ibunya,  Joko, ayah Richard mulai bercerita awal mula penyakit yang diderita anaknya itu. “Sejak umur tiga bulan Richard ini  perutnya membesar dan kedua bola matanya berwarna kuning. Bahkan Richard pernah dirawat di rumah sakit umum  daerah ambon selama sebelas hari. ,” tuturnya. Selain itu, Christofel ayahnya pun berjuang membawa richard ke dokter anak di kota  ambon, dan telah sembuh total.

Namun setelah berusia tujuh (7) tahun, timbul benjolan di sebelah pinggul kanan Richard. Christ pun bernisitaif membawa anaknya tersebut ke Puskesmas setempat. Ironisnya terkendala dengan peralatan medis dan pengobatan yang terbatas Richard pun dirujuk ke rumah sakit umum daerah kota ambon.

Tak hanya berhenti berusaha setelah dirujuk ke rumah sakit umum daerah ambon saja, dokter anak yang menanganinya menyuruh Christ merujuk anaknya berobat ke rumah sakit wahidin Makassar, Sulawesi selatan.  “ Saat dianjurkan dokter untuk rujuk ke RS Wahidin makasar, saya bingung untuk mengambil keputusan tersebut. Keterbatasan ekonomi membuat saya terpaksa berpikir berkali-kali untuk membawa anak saya berobat di Makassar. Namun demi Richard, saya rela untuk berhutang untuk mengobati anak saya di rumah sakit wahidin Makassar,” kata Christ

Proses diagnosa dan analisa tim medis ternyata tak cukup sehari dua hari. Christ dan istrinya harus menetap di makassar untuk mendapatkan jawaban penyakit anaknya dan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Sayangnya perkiraan untuk melakukan operasi anaknya dalam waktu cepat, tidak berjalan seperti yang dipikirkan Christ dan istrinya.

“ Jadi sampai di Makassar, saya berpikir sampai masuk rumah sakit dan langsung melakukan operasi, namun prediksi saya salah dan semuanya berubah,  karena dokter yang menangani anak saya menyatakan Richard harus  melakukan kemo terapi untuk memperpanjang hidupnya,” ungkap Christ. Selain itu, biaya yang dikeluarkan  untuk pengobatan terapi pun sangat besar sehingga Christ harus meminta bantuan kepada saudara-saudara,  pihak gereja, serta pemerintah desa setempat.

“Waktu itu kita tinggal di Makassar hampir empat bulan lamanya untuk proses pengobatan Richard anak saya, dan waktu itu uang yang dikeluarkan untuk anak saya cukup besar ditambah dengan biaya saya bersama istri saya di Makassar,  “ tutur Chris yang biasa berkomunikasi dengan no telephon selular 0823-9700-8352.

Ayah dua anak ini mengungkapkan proses penyembuhan Richard masih berlangsung dan entah sampai kapan. Ironisnya, sejak dirawat di rumah sakit wahidin Makassar Richard tidak pernah untuk makan makanan. Karena dianggap tidak mengalami perubahan, Christ dan istrinya Valentina mengambil keputusan untuk memulangkan

Selain tidak pernah mengkomsumsi makanan, anak kedua dari pasangan Christofel dan Valentina ini juga mengalami drop selama tiga hari lamanya di rumah sakit. Richard mengalami drop saat petugas medis memasukan darah putih melalui cairan infusnya. Atas apa yang dialami oleh anaknya Richard, Chris dan istrinya bersepakat untuk tidak melanjutkan perawatan lanjtan dan  memulangkan anak mereka ke Ambon.

Richard dan istrinya  berpikir, tim dokter tidak mau mengoperasi anaknya karena biayanya yang mahal. Sejak itu, upaya penyembuhan Bintang dilakukan dengan berbagai cara, namun rupanya belum membuahkan hasil. Kondisinya semakin memprihatinkan, namun Christ dan Istrinya tak pernah putus asa, mereka tetap mengusahakan penyembuhan Richard

“Saya berharap Richard mendapatkan pengobatan yang tepat walaupun kami tidak tahu kapan waktu itu datang, yang jelas kami tidak diam apalagi Richard selaku gembira dengan kondisinya sekarang. Itu yang memacu kami tetap bersemangat mencari jalan pengobatan baginya,” ungkap Chris dengan optimis.

Berbagai Pengobatan Alternatif Sudah Dicoba

Setelah mengambil keputusan untuk keluar dari rumah sakit dokter wahidin Makassar, berbagai langkah dilakukan chris bersama keluarganya. Mereka pun akhirnya beralih ke pengobatan alternatif . Setiap informasi pengobatan yang dikatakan orang, ayah dan ibu Richard berusaha mendatanginya.

“Pokoknya ada orang cerita di sana ada yang bisa obati, langsung saya datangi pak, gontho-gontho (berharap cepat ) sembuh,” kata Chris.kini, untuk untuk mencari kesembuhan untuk anaknya, chris dan istrinya membeli obat herbal yang dijual di kota ambon. Produk herbal ini sendiri, telah dikomsumsi anaknya, sehingga mengalami sedikit perubahan.

“ Sekarang saya hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Tuhan memberkati obat yang diminum anak saya ini, saya sudah pasrah karena tidak tahu mau berobat dimana lagi yang rumah sakitnya mahal semua ” ungkap Joko sambil menyeka air mata yang spontan menetes di pelupuk matanya.

Dan untuk pengobatan inilah, Chris terpaksa menjual tanah yang dibeli untuk mencicil obat herbal demi anaknya tercinta. Namun pengobatan alternatif yang Richard  jalani selama 4 bulan itu rupanya belum juga memberikan hasil yang diinginkan. Kondisi nya semakin parah walaupun usianya sudah menginjak 7 tahun.

Bahkan satu bulan terakhir keseimbangan Richard mulai terganggu. Saat berjalan mau duduk, Richard sempat terjatuh. Ironisnya perut Richard mulai membesar layaknya anak yang sakit busung lapar. Kondisi ini membuat chris dan istrinya mulai panik.

Akibat kondisinya yang terus memprihatinkan, keluargannya langsung membawa Richard ke dokter praktek penyakit dalam. “Saya bawa Richard kamis malam di dokter ahli dalam dan dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan penyakit yang diderita anak saya makin parah dan dibutuhkan penanganan medis yang lebih serius, artinya penyakit anak saya tidak bisa dioperasi di Ambon ” ungkapnya

Richrad sendiri telah divonis menderita kanker hati atau hepatoblastoma sehingga harus dilakukan operasi di Negara Cina. “ Pernyataan yang dituturkan dokter ahli penyakit dalam membuat saya kaget, dan saya hanya pasrah dan berdoa semoga ada bantuan yang mengalir untuk anak saya berobat di negara orang lain yakni negara china. ” pasrah Chris kepada IndonesiaBangkit.Net. Untuk itu bapak berusia tiga puluh enam tahun ini berharap, adanya bantuan dari pemerintah dan juga pihak yang mau mendonasikan bantuannya untuk kesembuhan Richard anaknya. (Kaila)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment