(IndonesiaBangkit.Net, Yogyakarta) Pendidikan adalah hak semua warga, begitu juga untuk meraihnya yang terkadang penuh perjuangan dan pengorban. Pendidikan memang tiada kata akhir. Setelah berjibaku selama 21 tahun, Muhammad Marsono atau kerap di sapa Kang Son, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi di Jogjakarta, akhirnya mampu lulus kuliah dan bergelar SARJANA TEKNIK SIPIL. Setelah berbagai hambatan dan persoalan dihadapi. Kisah Kang Son ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap bercita cita. Lulus kuliah, satu cita cita sederhana seorang Kang Son, laki laki kelahiran Bojonegoro Jawa Timur yang kini menetap di Purwokerto Jawa Tengah.

Pekerjaan membuatnya banyak kehilangan waktu dalam menempuh pendidikan strata sarjananya ini. Masuk kuliah di tahun 1996 jurusan Teknik Sipil, KangSon akhirnya Lulus S1 pada 2017.  Kisah perjalanan hingga menyandang gelar Sarjana Teknik atau ST memang penuh perjuangan. Biaya kuliah yang harus ditanggungnya sendiri begitu juga untuk kebutuhan makan dan hidup sehari hari.

Kerap saat harus ujian kuliah, tugas dan kewajiban lain yakni pekerjaan memanggilnya. Konsisten terhadap pekerjaan nya di dunia jusnalistik adalah sebagian dirinya yang sesungguhnya. Keuletan, kejujuran dan tak pernah mengeluhkan konsekuensi ketika dihadapkan pilihan antara pekerjaan atau kuliah.

“Saya sempat cuti karena bekerja di kota berbeda yakni Surabaya sementara pekerjaan saya dan kuliah saya di Kota Pelajar.Jogjakarta, itu sempat mempengaruhi semangat untuk menyelesaikan kuliah, namun sata tak patah arang, ” ungkap Kang Son. Hal yang sama saat ia memutuskan berkeluarga, semangat belajar tak pernah padam. Setelah memiliki seorang momongan, ia justru terpacu segera menyelesaikan masa studinya.

Bertahan demi pendidikan di kampus, itulah Kang Son yang sempat mengikuti mata kuliah dosen yang pernah satu angkatan dengan dirinya bahkan adik adik tingkat. Kang Son tetap tegak melangkah dan tak malu asal ia bisa lulus. Hari hari dilewatinya, minggu, bulan dan tahun, Kang Son akhirnya sampai pada masa akhir kuliahnya dan harus menyelesaikan skripsi atau tugas akhir di tahun 2017. Ia pun mampu melewati ujian pendadaran dihadapan Dosen Penguji setelah semua dilewatinya, memeras otak dan berani berkeringat.

Akhirnya tanggal 17 Agustus 2017 bertepatan HUT Kemerdekaan RI ke 72 ia melakukan Solo Gowes Jogja-Bojonegoro atau perjalanan tunggal menggunakan sepeda Onthel dari Jogja menuju Bojonegoro. Kang Son menuturkan, “perjalanan tunggal naik sepeda Onthel Jogja Bojonegoro ini untuk merefleksikan perjuangan semasa kuliah sekaligus bentuk rasa syukur saya sudah di wisuda”  Bagi Kang Son, melakukan Solo Goes Jogja – Bojonegoro HUT RI 72 ini sebagai bentuk refleksi rasa syukur atas berhasilnya menempuh pendidikan S1.

Perjalanan tunggal naik othel ini juga ungkapan rasa terimakasih untuk  Jogjakarta yang telah memberinya kesempatan belajar dan intelektualitas termasuk belajar kehidupan itu sendiri.  Ia juga berterimakasih atas dukungan teman, sahabat, istri dan keluarga atas dukungan serta dosen dosen di kampus tercinta yang telah membimbingnya selama ini. Kisah Muhammad Marsono ST. ini pun layak mendapat apresiasi dan memberi inspirasi bagi siapa saja bahwa pendidikan tiada kata akhir. (Raya Sanjiwani)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment