RATUSAN ANAK PAUD BELAJAR SEJARAH LEWAT PAMERAN PATUNG MAESTRO YUSMAN

(IndonesiaBangkit.Net, Yogyakarta) – 12 Januari 2018 – 300 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non formal dari Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY berkunjung ke pameran patung karya Yusman di Jogja Gallery Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta, Rabu (10/01/2017). Kunjungan siswa PAUD yang didampingi orang tua dan 45 tenaga pendidik PAUD tersebut dalam rangka Field Trip atau belajar di luar kelas, dengan mengambil tema, ‘Menanamkan Jiwa Nasionalisme Sejak Usia Dini dengan Kunjungan ke Pameran Seni Patung Pahlawan Nusantara Karya Maestro Yusman dan Pengenalan Profesi TNI-Polri’.

Koordinator kegiatan field trip Lembaga PAUD Non Formal se Kecamatan Kalasan, Fefin Dwi Setyawati, S.E mengatakan, kegiatan yang diikuti 11 lembaga tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan Ikatan Keluarga Besar Alumni Lemhannas RI Komisariat DIY (IKAL DIY) dan didukung oleh unsur TNI dan Polri. “Pameran patung karya Maestro Yusman sarat nilai edukatif karena banyak menampilkan patung pahlawan nusantara,” kata Fefin yang Kepala Lembaga Satuan Paud Sejenis (SPS) Harapan Bunda, Dhuri, Tirtomartani, Sleman.

Dikatakan Fefin, diantara yang paling monumental, kata dia, adalah patung Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dalam perjuangannya didukung oleh semua elemen angkatan bersenjata dan rakyat. Momen ini, kata dia, sangat tepat untuk para pendidik PAUD Non Formal mengajak siswa belajar langsung mengenal pahlawan sekaligus untuk menanamkan jiwa nasionalisme sejak usia dini. “Kami bersyukur dan merasa bangga sekaligus terhormat karena IKAL DIY berkenan bekerjasama dengan kami, juga terimakasih atas bantuan TNI dari semua Angkatan, Darat, Laut, dan Udara serta POLRI, sehingga sekaligus mengenalkan profesi TNI POLRI yang juga bisa disebut pahlawan bagi masyarakat karena tugasnya menjaga NKRI. TNI, Polri, dan IKAL tidak diragukan lagi nasionalismenya” imbuhnya.

Sementara Ketua IKAL DIY, Sugiyanto Harjo Semangun, S.E, M.Si mengatakan, usia dini juga disebut masa emas (golden age). Dalam usia tersebut, kata dia,  anak-anak mulai belajar mengenal diri dan lingkungan. Oleh karenanya, Sugiyanto menilai Lembaga PAUD menjadi penting untuk mengenalkan nasionalisme kebangsaan sejak dini kepada anak-anak didiknya, “IKAL DIY mengapresiasi kerjasama dengan rekan-rekan PAUD di Kalasan untuk melaksanakan field trip ini untuk menanamkan nasionalisme sejak usia dini sekaligus  pengenalan profesi TNI dan POLRI. Tugas IKAL adalah bagaimana mendorong kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan harus ditopang dengan ketahanan nasional yang kuat. Dengan TNI – POLRI yang senantiasa bersatu padu bersama masyarakat menjaga  Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, dan NKRI, niscaya kesejahteraan akan terwujud,” tutur tokoh putra daerah asli Sleman ini.

Alumni SMA N 1 Sleman ini berharap dengan digelarnya Field Trip ini, diharapkan siswa PAUD kelak akan menjadi generasi bangsa yang senantiasa menghargai, menghormati, dan termotivasi meneruskan perjuangan para pahlawan tersebut dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang membanggakan bangsa dan negara Indonesia, “Mudah-mudahan field trip ke pameran Patung Karya Pak Yusman dan pengenalan profesi TNI-Polri ini dalam jiwa anak-anak tertanam jiwa nasionalisme, sehingga mereka kelak ketika dewasa bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang berjiwa pahlawan,” harap Sugiyanto yang juga alumni Fakultas Ekonomi UI.

Di sisi lain, pematung Yusman merasa terkesan dengan kunjungan siswa PAUD Non Formal Se-Kalasan tersebut. “Kalau yang berkunjung ke Pameran anak SD, SMP, atau SMA itu sudah biasa, apalagi mahasiswa. Saya sangat mengapresiasi, dan memang usia PAUD justru masa yang paling tepat untuk menanamkan nasionalisme kebangsaan,” ujarnya.

Dalam field trip tersebut anak-anak PAUD belajar langsung membuat seni patung dengan media plastisin bersama pematung Yusman. Acara yang berlangsung sejak Pukul 07.30 dari titik pemberangkatan  halaman Koramil 08/Kalasan tersebut berakhir sekitar pukul 11 Wib. Anak-anak PAUD nampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan field trip sejak berangkat dengan menggunakan 11 bus dari Polda DIY, Korem 072/Pamungkas, TNI AU Adi Sutjipto Yogyakarta, Lanal Yogyakarta, dan IKAL DIY. Di dalam bus juga dipandu anggota Polwan, Kowad, Kowal, dan Wara.(Raya Sanjiwani)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment