NELAYAN KEI BESAR UTARA TIMUR BERHARAP BANTUAN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN

(IndonesiaBangkit.Net, Kepulauan Aru) – 18 September 2019 – Nelayan kawasan pesisir yakni desa Banda Efruan dan sejumlah desa di Kecamatan Kei Besar Utara Timur, Maluku Tenggara, Maluku, mengaku kesulitan untuk memasarkan hasil tangkapan mereka. Selama ini mereka memasarkan hasil perikanan secara swadaya, padahal hasil perikanan dari kawasan pesisir cukup lumayan, akan tetapi karena sulitnya pemasaran hanya bisa dijual di kawasan sekitar saja.

Kepada IndonesiaBangkit.Net, Sugin Marwan (17/9) mengatakan hasil perikanan dari kegiatannya turun melaut setiap pekannya kerapkali hanya untuk dijual pada warga sekitar saja. Kalau hasilnya banyak biasanya akan menjual Kota Tual bahkan kota Dobo. “Jika hasil tangkapan sedikit kami hanya bisa menjualnya ke desa2 tetangga dan jika banyak kami menjualnya di kota Tual bahkan ke Kabupaten lain seperti ke Dobo” Menurutnya, dengan kebiasaan menjual hasil yang diperoleh mereka ini minimal nelayan ini harus mengeluarkan biaya operasional untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga diperlukan hasil melebihi dari 30 Kilogram (Kg) supaya bisa menebus beban biaya BBM yang harus ditanggungnya.

Memasarkan hasil secara swadaya cukup memberatkan dan tidak setiap hari akan habis terjual. “Kami sangat mengharapkan setiap hasil perikanan yang kami peroleh bisa ditampung di lembaga seperti Koperasi perikanan yang akan memudahkan bagi nelayan memasarkan hasilnya dengan harga yang sepadan, sebab berjualan ke Desa lainnya terutama di kawasan perkotaan tentunya membutuhkan beban biaya BBM yang cukup tinggi sehingga keuntungan pun sangat tipis dan ini tidak sesuai dengan jerih payah kami mengumpulkan hasilnya selama beberapa hari,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk persediaan BBM sekali turun melaut dibutuhkan 20 liter di kawasan sungai sekitar sementara untuk melaut ke kawasan yang lebih jauh lagi dibutuhkan antara 35 liter sampai 40 liter, dan ini belum termasuk biaya untuk umpan, kebutuhan makan jadi ketika hasil laut tak seberapa diterima tentu saja nelayan ini harus menelan kekecewaan. “Harapan kami warga pesisir agar kondisi yang kami rasakan di desa dapat diperhatikan oleh penda setempat”. (Nova Ekasari)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment