Underwater Festival

(IndonesiaBangkit, Banyuwangi) Sebanyak 58 nelayan asal Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi tersebut bertekad untuk memecahkan rekor MURI dengan menyelam secara estafet selama 28 jam. Para penyelam akan menyelam secara bergantian tiap 30 menit sekali sejak pukul 10.00 WIB, Sabtu (21/5) hingga pukul 13.00 WIB keesokan harinya, Minggu (22/5).‬
‪Untuk bisa memencahkan rekor MURI tersebut, setiap proses penyelaman harus didokumentasikan secara detail. Mulai dari saat setiap penyelam bersiap untuk terjun ke laut, menyelam, berdiam di dalam laut, hingga naik lagi.

‪“Semua laporan itu, nanti akan dikirimkan ke MURI untuk diverifikasi. Tidak boleh terputus antar satu penyelam dengan penyelam yang lain. Proses pergantian antar penyelam dihitung sejak di dalam laut, bukan di permukaan,” ujar Ikhwan Arif yang menjadi penyelam pertama sekaligus inisiator kegiatan tersebut.‬

‪Pemecahan rekor MURI yang menjadi bagian dari acara Banyuwangi Festival Underwater tersebut, tidak hanya sekedar menyelam, namun juga memiliki misi mulia lainnya. Selain kampanye konservasi terumbu karang yang selama beberapa tahun belakangan menjadi fokus kegiatan para nelayan Bangsring, acara tersebut juga bertujuan untuk melakukan observasi ilmiah terhadap kehidupan ikan laut di perairan yang masuk Zona Perlindungan Bersama (ZPB) Samudera Bakti itu.‬

Underwater Festival2‪Para penyelam akan dilengkapi dengan papan tulis untuk mengamati jumlah ikan dan ukurannya di kawasan yang telah ditentukan selama penyelaman berlangsung. Ada dua jenis ikan yang akan menjadi target penelitian dalam penyelaman tersebut. Yaitu ikan Baronang (Sigamus sp) dan ikan Kakatua (Scarus croicensis). Kedua ikan tersebut, banyak ditemukan di perairan yang menjadi obyek wisata bahari berbasis konservasi Bangsring Underwater.‬

‪“Penyelam akan menghitung seberapa banyak dua ikan itu, di kawasan yang telah menjadi target penelitian. Para penyelam, nantinya, akan berpegangan pada sesuatu yang telah ada di bawah laut yang telah ditentukan. Kemudian, dia akan mencatat jumlah dan ukuran ikan-ikan itu dalam radius lima meter. 2,5 meter samping kiri dan kanannya, serta 2,5 meter depan dan belakangnya,” papar Sukandar, peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang yang melakukan supervisi terhadap berlangsungnya acara pemecahan rekor MURI tersebut.‬

‪Selama berlangsungnya penyelaman, para nelayan juga akan didampingi oleh para penyelam lain dari Universitas Brawijaya Malang dan beberapa penyelam dari TNI Angkatan Laut Banyuwangi. Tugas mereka adalah memastikan keamanan para penyelam dari nelayan dan membantu mengobservasi ikan yang telah menjadi target.‬ ‪“Kita hanya mendampingi para penyelam dan membantu mereka dalam melakukan observasi,” terang Uldy, salah satu dari 30 penyelam Universitas Brawijaya yang menjadi pendamping.‬

Underwater Festival‪Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membuka kegiatan yang menjadi bagian dari Festival Banyuwangi tersebut mengaku bangga atas perubahan mindset para nelayan Bangsring.‬ ‪“Dulu, para nelayan Bangsring ini tradisinya mengebom ikan, sehingga terumbu karangnya rusak. Sekarang, mereka justru merawat ikan-ikan itu dan menkonservasi terumbu karang yang telah rusak itu dengan menanamnya kembali,” aku Bupati Anas. “Tidak hanya itu, mereka juga bisa mengambil manfaat dengan menjadikannya ekowisata berbasis konservasi,” imbuh Anas.‬

‪Lebih lanjut Bupati Anas mengharapkan, spirit serupa harus menjadi contoh dari masyarakat pesisir lainnya di Banyuwangi. “Sengaja kami memasukkan Bangsring ini menjadi bagian dari Banyuwangi Festival karena tumbuh dari bawah. Mereka secara mandiri membangun daerahnya dan memunculkan potensinya. Sehingga saya berharap, daerah pesisir lainnya bisa meniru spirit yang sama. Meski tidak harus sama, tetapi bisa memunculkan potensi yang lain,” pungkas Bupati Anas.(Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment