Gaza

(IndonesiaBangkit, Gaza) Menteri Tenaga Kerja Palestina Ma’mun Abu Shahla mengatakan, sekitar 320 ribu keluarga Palestina hidup di bawah garis kemiskinan dan kondisi yang sangat sulit. Para keluarga tersebut mengalami berbagai jenis krisis dan penderitaan yang diantaranya adalah menganggurnya 350 ribu warga yang mayoritas para pemuda lulusan universitas yang tidak menemukan peluang kerja. Menganggurnya pemuda dengan angka yang sangat tinggi tersebut berpotensi menambah permasalahan ekonomi dan sosial serta memperburuk kondisi.

Pernyataan Abu Shahla tersebut muncul dalam pertemuan dengan duta besar pemerintah Jepang, Takashi Okobo, Selasa (17/05/2016) Di Ramallah. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak fokus dalam pembahasan jenis kerja sama di masa mendatang, khususnya di bidang pelatihan profesi dan bantuan dana operasional khsusnya untuk para pemuda.

Ia menambahkan, pihak kementerian sengaja menambah kuota pendaftar bagi mahasiswa pelatihan profesi, namun hal tersebut membutuhkan dana, pelatihan dan kurikulim. Ia menyeru kepada pihak Jepang untuk bisa menyediakan bantuan yang dibutuhkan dimana Ia menilai jepang memiliki pengalaman dalam hal tersebut.

Di sisi lain, duta besar Jepang mengungkpakan kesiapannya untuk bekerja sama secara total dan berkoordinasi dengan kementrian tenaga kerja Palestina. Ia menambahkan, pihaknya akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan yang diajukan di masa mendatang khususnya karena adanya keselerasan dalam visi, arah dan perhatian bersama di bidang kepemudaan dan pelatihan profesi. Ia juga menilai bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal dalam kerja sama dan koordinasi lebih lanjut. (Onim/SuPal)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment