(IndonesiaBangkit, Ambon) Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPA), Yohana Yembise, Rabu (24/5) melakukan kunjungan kerja di Ambon, Maluku. Dalam kunjungan kerjanya Yohana melakukan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dan melaunching kabupaten/ kota di maluku sebagai kota layak anak (KLA).

Acara launching KLA ini disaksikan oleh Gubernur Maluku, Said Assagaf bersama Bupati Walikota di sebelas kabupaten/kota di Maluku. Kabupaten dan  kota tersebut yakni, Maluku Tengah (Malteng), Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tenggara, Kota Tual, Buru Selatan (Bursel),  Maluku Tenggara Barat,  Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Aru. Kota Ambon dan Kabupaten Buru lebih dulu dicanangkan KLA.

Menteri Yohana hadir didampingi, gubernur bersama Wakil Bupati Maluku tengah, Marlatu Leleury serta dua pejabat dari Kota Tual dan Buru selatan dan secara simbolis menandantangai komitmen mewujudkan kabupaten dan kota layak anak. Selain disaksikan oleh gubernur maupun pejabat teras lainnya, Pencanangan KLA ini juga disaksikan ratusan siswa-siswi SD hingga SMA serta aktivis perempuan dan anak di  Maluku.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA), Yohana Yembise dalam sambutannya menyatakan  seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Maluku saat ini belum bisa  dijadikan Kota Layak Anak (KLA). olehnya itu, Menteri Yohana bersama Gubernur Maluku  Said Assagaff melaunching kabupaten dan kota di Maluku menjadi KLA yang berlangsung di Islamic Center Ambon, Rabu (24/05).

“Bebagai kekerasan terhadap anak ini harus segera dimusnahkan dan dihancurkan, karena dalam Undang-Undang Perlindungan Anak telah membatasi kita untuk melakukan kekerasan terhadap anak. Presiden Joko Widodo memerintahkan, daerah yang  berkomitmen menyelesaikan indikator – indikator tersebut, maka kepala  daerah akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat  dan tentu  daerahnya  ditetapkan sebagai KLA”. Ujar Mentri Yohana

Gubernur dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk fokus terhadap masalah anak dan perempuan di Provinsi Maluku.  Gubernur sendiri menyatakan Pihaknya berkomitmen memberikan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak dari segala bentuk tindak kekerasan.

“Anak adalah aset masa depan daerah dan bangsa. Karena itu   hak – hak mereka harus terpenuhi dan  dilindungi dari semua aspek. Anak harus bebas dari segala tindakan kekerasan dan diskriminasi.  Kami mendorong pemerintah kabupaten  dan kota  di Maluku untuk melakukan berbagai langkah agar dapat memenuhi hak anak, dan melindungi anak-anak dari berbagai tindakan kekerasan, kejahatan, pelecehahan seksual serta diskriminasi,” katanya. (Inara). Cek Video disini


Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment