KAPOLRES DAN DANDIM 1506 NAMLEA BURU, DIHADANG PENAMBANG EMAS ILEGAL BERSENJATA TAJAM

(IndonesiaBangkit.Net, Pulau Buru) – 16 Februari 2018 – Kericuhan terjadi antara para penambang ilegal dengan masyarakat adat Pulau Buru di kawasan gunung botak, desa waimasait, pulau buru, maluku, jumat (16/02). Kericuhan ini dipicu akibat langkah penyisiran yang dilakukan aparat gabungan tni polri di lokasi pertambangan.

Aparat gabungan TNI-Polri dari Polres Pulau Buru dan Kodim 1506 Namlea, jumat siang mendatangi lokasi pertambangan rakyat illegal di kawasan gunung botak, desa wamsait, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku Jumat (16/2). Kedatangan aparat gabungan ini, ke lokasi pertambangan illegal, untuk menertibkan para penambang illegal yang selama ini melakukan aktivitas tambang emas illegal menggunakan bahan kimia merkuri dan sianida.

Ironisnya, kedatangan aparat gabungan ini dilawan oleh ratusan penambang illegal dengan menghadang kapolres pulau buru AKBP Aditya B Satrio dan Komandan Kodim (Dandim) 1506/Namlea Letkol Kav Sindhu Hanggara. Kapolres Pulau Buru AKBP Aditya B Satrio dan Komandan Kodim (Dandim) 1506/Namlea Letkol Kav Sindhu Hanggara dihadang ratusan penambang ilegal dan sejumlah orang yang mengatasnamakan masyarakat adat di Jalur H Kawasan Wamsait, saat menuju lokasi tambang emas Gunung Botak Kabupaten Buru.

Para Penambang illegal ini memblokir ruas jalan di kawasan tersebut, sehingga Kapolres dan Dandim bersama 144 personil gabungan TNI/Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP Kabupaten Buru tidak bisa menuju Gunung Botak.

Aksi penghadangan ini sempat menimbulkan kericuhan antara aparat gabungan dengan para penambang illegal. Aparat keamanan sempat memukul mundur penambang hingga ke Pos Jalur H Wamsait dekat kawasan Gunung Botak namun karena jumlah penambang ilegal bertambah, Kapolres dan Dandim membatalkan rencana mereka ke Gunung Botak.

Sejumlah Warga Yang Diduga Provokator Untuk Membuat Kericuhan Ditangkap Aparat Kepolisian, sehingga situasi Di Lokasi Akhirnya Reda. Kapolres pulau buru, AKBP Aditya B Satrio menyatakan hasil negosiasi pihaknya, penambang bersedia turun dan membersihkan kolam rendaman, lokasi pengolahan emas secara illegal di Gunung Botak paling lama satu pekan ini.

Kami menyampaikan ke mereka, kami ke atas (Gunung Botak) dalam upaya penegakan hukum terhadap pelaku atau penguna atau penambang emas tanpa izin yang menggunakan merkuri dan sianida di kawasan Gunung Botak,” kata Kapolres kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (16/2)

Akibat penggunaan merkuri dan sianida, lokasi di kawasan desa wamsait dan lokasi lainnya di pulau buru telah tercemar parah yang berujung terhadap pencemaran lingkungan dan juga kesehatan makluk hidup termasuk masyarakat di pulau buru. ( Kaila )


Was This Post Helpful:

1 votes, 1 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment