JELANG RAMADAN, WARGA DESA CIOMAS GELAR TRADISI NYEPUH

(IndonesiaBangkit.Net, Ciomas) – 3 Mei 2018 – Jelang bulan Ramadan ada tradisi unik yang digelar ratusan warga Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa barat. Mereka rela berjalan kaki menyusuri hutan untuk sampai ke makam Kiai Haji Eyang Penghulu Gusti, Rabu (02/06/2018). Makam yang dianggap keramat oleh warga Ciomas ini terletak di tengah hutan Sukarame. Tradisi itu dinamai tradisi Nyepuh.

Nyepuh merupakan penyucian diri secara lahir dan batin sebelum melaksanakan ibadah puasa. Menurut keterangan Kepala Desa Ciomas, Yoyo Wahyono selain sudah menjadi tradisi, kegiatan ini pun memiliki makna penting bagi masyarakat Ciomas. “Kegiatan nyepuh ini sebagai simbol untuk mensucikan diri sebelum warga di sini melaksanakan ibadah puasa wajib di bulan ramadan,” katanya.

Serangkaian kegiatan ritual keagamaanpun digelar dalam upacara nyepuh, mulai dari memanjatkan doa dengan menggelar tawasulan, siraman dakwah yang disampaikan oleh tokoh agama setempat, hingga menggelar makan bersama tiga nasi tumpeng yang merupakan simbol kebersamaan atau gotong royong. Tradisi ini sangat kental dengan nuansa islami. Karena tradisi ini dulunya dimulai oleh para kiyai yang menyebarkan agama islam di daerah Panjalu.

Selain itu, Tradisi Nyepuh ini merupakan bentuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa Kiyai Haji Eyang Penghulu Gusti yang merupakan tokoh penyebar agama islam di daerah Ciomas. Semasa hidupnya, Eyang Penghulu Gusti pun memberikan pesan penting kepada warga Ciomas agar selalu melestarikan hutan Sukarame. Maka tak heran, warga di sana tak ada yang berani menebang pohon di hutan tersebut. Karena jika ada orang yang melanggar, maka Ia akan mendapat musibah sepanjang hidup. Tak hanya warga, turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Kabupaten Ciamis Iing Syam Arifin, Kepala Dinas Pariwisata Ciamis Toto Marwoto, dan aparat setempat. (Dhian Herdiana)


Was This Post Helpful:

1 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment