FAKULTAS JURUSAN SAWIT DAN KOPI TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN DI INDONESIA

(IndonesiaBangkit.Net, Yogyakarta) – 24 Februari 2018 – Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu di hadapan para rektor meminta supaya dibangun fakultas khusus perkebunan seperti kelapa sawit. Permintaan ini mendapat sambutan positif dari para rektor karena pemerintah akan bertindak lebih serius dalam mempersiapkan sumber daya di bidang perkebunan di tanah air.

Institut Pertanian (Instiper)
Yogyakarya sendiri mendirikan Pendidikan Kompetensi Sawit sejak 2009. Dr. Ir. Purwadi, Rektor Instiper, menjelaskan bahwa Instiper mampu mencetak S-1 sawit antara lain :
1. Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS),
2. Sarjana
Manajemem Bisnjs Kelapa Sawit ((SMBP),
3. Sarjana Teknik Industri Kelapa Sawit (STIK),
4. Sarjana Pengolahan dan industri turunan kelapa Sawit ((STPK),
5. Sarjana Mekanisasi Perkebun Kelapa Sawit (SMPKS) dan
6. Sarjana Teknologi Informasi Perkebunan KS (STIPKS).

Selama ini, kata Purwadi, Instiper menggunakan model University Industry Partnership telah bekerjasama menyelenggarakan Pendidikan Beasiswa Ikatan Dinas dengan sejumlah perusahaan yaitu Astra Agro Lestari, Sinar Mas (Smart), Asian Agri, Willmar, Triputra Agro, PT Bumitama Gunajaya Agro, First Resources, DSN group, PT Karya Mas, PT Citra Borneo Indah, Minamas, dan perusahaan lain.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kampus-kampus bisa membuka jurusan atau program studi khusus tentang kopi dan kelapa sawit, dalam pembukaan Konfrensi 2018 Forum Rektor se-Indonesia di Auditorium AP Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (15/2/2018)

Presiden mengatakan dua jurusan tadi berpeluang besar di dunia industri. Dia meminta seluruh universitas di Indonesia jeli melihat perkembangan teknologi dan membuka jurusan atau fakultas yang dapat menyerap tenaga kerja.

“Adakah jurusan kopi? Belum ada kan? Ada kah jurusan kelapa sawit? Belum ada kan? Padahal dua jurusan ini banyak dinikmati masyarakat. Kopi banyak dinikmati masyarakat, kelapa sawit lahannya banyak di Indonesia, mencapai 13 juta hektar,” jelas Presiden.

Purwadi mengatakan saat ini Instiper menjadi pencetak dan pemasok SDM terbesar di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya. Kampus yang berada di Yogyakarta ini telah menjadi role model penyelenggaraan pendidikan khusus di bidang kelapa sawit. (Raya Sanjiwani)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment