(IndonesiaBangkit, Ambon) Turut menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI rupanya menjadi panggilan jiwa bagi banyak Warga Negara Indonesia dari berbagai latar belakangnya. Seperti yang diakui oleh mantan Panglima ISIS/Komando Jihad Maluku, Ustad Tuani khusus kepada IndonesiaBangkit.net. Wawancara khusus ini dilakukan di Kawasan Gunung Malintang, Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau, Ambon pada Minggu (28/06)

Mengawali percakapan, Ustad Tuani menggaris bawahi, bahwa “Kami selama ini telah dibodohi dan diprovokasi untuk saling membenci umat lainnya selain  islam, padahal islam diturunkan sebagai agama yang sempurna bagi alam semesta, atau islam rahmatan lil alamin”. Ustad Tuani merupakan anak ke enam dari tujuh bersaudara lahir dari pasangan Tun Etje dan Daemani pada 21 Agustus 1970 di kelurahan  kudamati, RT 04/ 05, kecamatan nusaniwe, Ambon.

Kini dirinya menjadi ahli BNPT dengan fokus melakukan dakwah terkait upaya deradikalisasi didasarkan pada dalil alquran sama hadis se indonesia. Berikut hasil wawancara jurnalis IndonesiaBangkit.net (IBN), Kaila.

 

IndonesiaBangkit.Net (IBN) : Ustad, ini acara apa yang dilakukan ?

Ustad Muju Tuani (UMT) :  Hari ini saya kumpulkan para mantan panglima perang, baik mantan isis, mantan teroris, pelaku jihad saat konflik ambon dan menyiapkan deklarasi gerakan Maluku Damai. Selama ini kita ‘dibodohi’ saya dan panglima RMS kita berdua sama-sama mendeklarasikan maluku harus damai karena selama ini kita berdua dibodohi kita diprovokasi . Untuk itu saya mengajak semua komponen umat islam di maluku, baik mantan panglima perang untuk bagaimana kita berdamai, masyarakat maluku harus sejahtera.

IBN : Ustad sebagai Mantan Panglima Jihad, bagaimana situasi kota ambon saat ini ?

UMT : Kota Ambon dan Maluku sangat berbahaya, orientasi mereka (pelaku teror) menjadikan Maluku sebagai tempat pelatihan perang, yakni kelompok isis maupun kelompok teroris. Oleh sebab itu, saya diminta bantuan oleh Pangdam XVI Pattimura menyelesaikan masalah ini. Menyadarkan masyarakat Maluku serta pendatang untuk berhati-hati terprovokasi karena mereka pandai berkamuflase. Saya sudah berceramah keliling maluku, dari pulau seram, pulau kelang, sampai pulau buru, bagaimana kita mengenalkan paham sesat ini kepada masyarakat agar masyarakat bisa tahu, ISIS atau Teroris ini bukan bagian dari ajaran islam, mereka adalah kelompok yang paling sesat dari agama islam, yang harus kita perangi dan kita antisipasi.

IBN : Ustad, tadi dikatakan maluku ini dipakai dari dulu hingga sekarang sebagai tempat berlatih perang, mengapa harus maluku ?

UMT : Perlu diketahui 18 tahun lalu, Ambon menjadi ladang pertempuran saat konflik disinilah kelompok ini menancap kuku mereka dan memprovokasi masyarakat agar radikal, sekarang mereka ingin Maluku konflik lagi supaya mereka punya persenjataan yang ada di ambon dan maluku pada umumnya itu bisa diambil. Karena melihat sejarah, kalau ambon konflik sampai 3 hari berturut-turut maka hukum sudah tidak ada, semua akan bertindak sesukanya. Model ini yang dipakai dan dicari Teroris dan Isis agar maluku bisa konflik agar mereka bisa mengambil senjata, apalagi kita tahu senjata yang mereka simpan tersebut di ambon dan maluku masih banyak.”

IBN : Ustad sendiri pernah ditawari untuk bergabung dengan teroris atau dengan isis ?

UMT : Saya dalam penjara di cianjur saya pernah ditawari jadi panglima isis, saya diiming-iming dengan dua unit mobil, rumah dan tabungan yang begitu banyak, tapi alhamdulilah saya tidak mau jadi kelompok sesat.

IBN :  Mohon maaf ustad, agak sedikit menarik ke belakang, ustad dipenjara itu dalam kasus apa?

UMT : Saya ditangkap karena kepemilikan senjata api, pada saat itu saya ditahan. Tapi Alhamdulillah saya dikenai undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Saya bersyukur pada Tuhan, saya ditangkap, tapi saya bisa menilai mereka yang menjadi teman saya di ambon ternyata mereka bagian dari kelompok kafir yang sangat sesat. Mereka dulu di ambon dulu teman baik saya, tapi setelah saya tiba di Jakarta, di mako brimob depok ketahuan kartu mereka, mereka yang banyak yang membunuh polisi, mereka yang banyak membunuh tentara dan mereka yang banyak memporakporandakan maluku”.

IBN : Ustad berapa tahun dipenjara ?

UMT : Saya dipenjara tiga tahun dua bulan, tapi pada hakekatnya sewaktu dipenjara saya berceramah terkait radikalisasi teroris ini. Saya masuk cianjur 2014 dan bebas akhir tahun 2015.

IBN : Ustad  kapan dibentuk  pasukan jihad di ambon dan apakah ada hubungannya dengan panglima besar Jihad Jafar umar Talif ?

UMT : Kita  komando jihad di maluku dibentuk tahun 1998, setahun sebelum konflik maluku, namun kami dibubarkan tahun 2003 setelah perjanjian malino di Sulawesi selatan. Sedangkan Jihad pimpinan panglima besar Jafar umar Thalif itu panglima Jihad Islamia se-nusantara dan mereka masuk ke maluku setahun setelah konflik yakni sekitar bulan maret tahun 2000. Saya mengenal dia cukup dekat dan kami berteman baik”

IBN : Ustad, adakah teman-teman yang disini yang mungkin sudah berangkat ke suria atau bergabung dengan kelompok radikal diluar negeri ?

UMT : kalau dari maluku belum, cuma ada beberapa orang terindikasi, mereka sekarang menyusup agar bisa bergabung sama isis di suria.

IBN : Ustad, tapi kan isis di suria sudah dipukul mundur dan mereka sudah merapat di minandao selatan, bagaimana tanggapan ustad ?

UMT : Ya, begini target mereka bukan saja suriah, tapi ingin kuasai duni, kalau kita bicara Negara islam itu berarti seluruh dunia, jadi kalau bicara soal isis itu bicara hanya soal islam suriah dan irak, jadi isis sudah dihapus dan sekarang Islamic state. Jadi dimanapun disitu, selagi masih ada mereka akan membuat Negara islam”.

IBN : disini ada berapa anak muda  mantan teroris dan pengikut isis yang sudah  diberikan pemahaman oleh anda ?

UMT : Mantan isis yang saya bina sudah banyak, termasuk kemarin penyerahan senjata ke Kapolres Ambon, mereka sudah sadar dan menyerahkan senjata. Termasuk beberapa hari yang lalu, beberapa anak muda juga dialog dengan saya dan mereka ini telah dibangun opini yang sesat, mengapa ? Mereka menghalalkan darah manusia tanpa pandang buluh, anak-anak, perempuan. Dan tadi saya sudah jelaskan bahwa, pada saat umat islam berperang saja itu nabi Muhammad memerintahkan jangan membunuh anak-anak dan wanita, jangan memutilasi wanita, jangan membunuh orang-orang yang beribadah dalam gereja atau biara, tidak boleh membunuh pendeta ataupun penatua karena itu dilarang dalam islam. Dan yang dilakukan oleh isis dan teroris sangat biadab, tidak saja membunuh mereka yang ada didalam gereja, biarayang sedang ibadah tapi umat islam yang ada di dalam masjid pun mereka bom.

IBN : dari pandangan ustad, apa yang harus dilakukan pemerintah untuk membentengi atau menghalau pengaruh isis, aparat keamanan atau pemerintah secara khusus ?

UMT  : “ iya saya sudah minta teman-teman saya BNPT, bukan hanya berceramah saja seperti ini kan tidak menyentuh, masyarakat secara umum. Saya sudah menyarankan agar dibuatkan buku saku kelompok radikal isis dan teroris bahwa mereka ini adalah kelompok sesat dalam islam, buku-buku ini kita buat dan kita bagikan di sekolah-sekolah muslim, karena sasaran isis dan teroris adalah mengompori para pemuda yang mencari proses jati diri, ini target mereka.

Kita lihat teroris yang tertangkap di bandung dan garut itu ada enam belas tahun, bahkan ada yang lima belas tahun. Tahun lalu, saya diminta oleh BNPT ceramah di pondok al-isyat tasikmalaya di sana ada teroris yang usianya enam belas tahun kebawah, mereka ketangkap melakukan aksi terror, sedangkan di pondok pesantren mereka tidak diajarkan ajaran radikal. Ternyata mereka diajarkan oleh beberapa ustat dari luar pesantren kemudian mereka didoktrin terus menerus sehingga radikal dan ketangkap.

Saya berkeinginan untuk membuat buku saku di sekolah-sekolah ini dengan demikian adik-adik kita yang berada di bangku sekolah mereka bisa tahu bahwa isis dan teroris adalah kelompok radikal dan kelompok yang paling sesat dalam islam yang diperintahkan nabi Muhammad untuk diperangi dan diperintah oleh Allah yang ada dalam al-quran untuk diperangi. Kalau kita tidak mendakwakan seperti ini maka masyarakat akan terkecok. Perlu diketahui, yang namanya Muhammad Ramli itu umurnya 49 tahun, dia menjadi isis dan melakukan peledakan bom di jalan tamrin Jakarta, setelah dialog dengan saya tidak sampai satu jam dia menangis, kenapa karena dia merasa dibodohi dengan ayat-ayat perang di dalam al-quran. Ayat itu tidak seperti itu, dan tidak kontekstual seperti itu, dan ini yang harus kita sadarkan masyarakat orang dewasa punya pondok pesanteran bisa dibodohi bagaimana ade-ade kita yang masih duduk di bangku sekolah inilah target isis dan teroris”

IBN : “ pertanyaan terakhir,  ustad terkait dengan upaya-upaya untuk menghentikan pergerakan atau doktrin-doktrin ini dikalangan masyarakat khususnya anak-anak remaja, menilik dari orang maluku yang sedikit berbeda dari masyarakat yang ada di daerah lainnya di indonesia, mungkin pendekatan apakah yang efektif dilakukan ?

UMT : “ pendekatan yang paling efektif bagi saya adalah bagaimana kita melakukan pendekatan persuasif dengan mereka, menda tangi ,mereka. Ini telah dilakukan saya dan sudah terbukti, bahwa ada kelompok isis umurnya 16 tahun saya dekati ternyata berhasil pada ilmu yang mereka miliki, bahwa mereka menelan ilmu ini bulat-bulat tanpa ada filter sebelumnya. Jadi kita melakukan pendekatan dengan mereka, makanya saya bilang membuat buku, bagikan buku dan kita datangi sekolah itu. Saya sudah ususlkan ke pangdam dan bnpt, dibagikan. Nanti buku-buku itu saya susun sendiri, saya susun sendiri gratis tanpa harus dibayar kenapa karena target isis di republik ini mennjadikan maluku dan maluku utara sebagai tempat pelatihan perang atau idat. Mereka rindu sekali jika maluku berkonflik lagi, itu keinginan isis dan teroris. Kalau maluku utara itu di Halmahera,  dan di maluku sendiri itu pusatnya di ambondan ini sudah terjadi dan ternbukti”. (Kaila). Cek Video disini


Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment