(IndonesiaBangkit, Ambon) Puluhan eks teroris eks organisasi ISIS serta para pejuang islam aliran kiri di ambon,  melakukan deklarasi damai umat islam Maluku untuk meninggalkan paham radikalisme terorisme  dan memilih mewujudkan Islam rahmatan lil alamin, minggu (28/05/17) pagi.

Deklarasi islam damai ini dilaksanakan di kawasan gunung malintang, desa batu merah kecamatan sirimau ambon. Deklarasi ini diikuti oleh mantan panglima perang maupun para pejuang ISIS dan teroris di ambon. Mantan Panglima operasi komando jihad Maluku, Ustad Jumu Tuani bersama puluhan mantan pejuang ISIS islam garis kiri di Maluku, berinisiatif melakukan deklarasi Maluku damai untuk NKRI.

Mantan panglima teroris ini, mengajak umat islam di indonesia khususnya di Maluku untuk mengutuk ajaran radikal terorisme dan  meninggalkan berbagai bentuk paham radikalisme yang hanya menyengsarakan diri serta orang banyak. Dalam  deklarasinya, puluhan mantan teroris dan ISIS ini melakukan deklarasi damai  umat islam Maluku untuk meninggalkan paham radikalisme terorisme  dan memilih mewujudkan islam rahmatan lil alamin. Mereka mengajak umat islam di indonesia khususnya di Maluku untuk mengutuk ajaran radikal terorisme.

“Kegiatan hari ini, saya mengumpulkan para mantan komplotan baik itu mantan ISIS, mantan pelaku jihad saat ambon konflik yang sudah kami serahkan untuk bagaimana kita mendeklarasikan Maluku damai karena selama ini kita dibodohi dan diprovokasi. Karena itu saya mengajak semua komponen umat islam Maluku baik mantan panglima perang jihad dan ISIS untuk mari kita berdamai untuk mewujudkan masyarakat Maluku yang damai dan sejahtera”. Papar Ustat Jumu.

Kepala pembinaan mental kodam XVI Pattimura, Kolonel.inf. Kosasi kepada Indonesiabangkit.net, Minggu (28/05) menyatakan diundang untuk menghadiri deklarasi damai oleh eks atau mantan teroris, mantan ISIS, maupun para pejuang Maluku.“Saya datang kesini diundang dari ustat jumu tuani untuk mendekrasi mantan ISIS, mantan teroris, dan juga mantan-mantan pejuang Maluku itu mendeklarasikan diri untuk damai, untuk nkri”. Ujar Kosasi.

Sementara itu, dalam deklarasi ini juga dilakukan ceramah deradikalisasi dengan tema menentang radikal ISIS dan terorisme di Maluku dan di indonesia pada umumnya.“Intinya dalam deklrasi ini perbedaan adalah suatu keniscayaan dari Allah, sesuai firman Allah meskipun kita ini bersuku-suku, berbangsa-bangsa diciptakan tetapi satu untuk saling mengenal bukan saling bermusuhan. Pengalaman ustat jumu, beliau pernah tersesat pada jalan yang salah dan melawan nkri, dan sekarang Alhamdulillah beliau kembali ke NKRI dan mengajak seluruh masyarakat untuk berdamai khususnya untuk di Maluku” papar Kosasi.

Selain deklarasi damai Maluku yang dilakukan oleh mantan teroris dan pejuang garis kiri islam di Maluku ini juga dilakukan Ceramah deradikalisasi bertemakan menentang paham radikal ISIS dan teroris di Maluku dan Indonesia pada umumnya yang  dibawakan  pihak majelis ulama Indonesia (MUI) provinsi Maluku, staf ahli badan penanggulangan teroris republik indonesia bidang  dakwah. Rencananya deklarasi ini akan dilakukan di beberapa lokasi kabupaten kota di Maluku yang terdapat titik-titik ormas keagamaan islam radikal. (Kaila). Cek Video disini


Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment