Sidomulyo KB

(IndonesiaBangkit, Banyuwangi) Untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB). Pencanangan program nasional tersebut dilakukan langsung Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, di Dusun Sidomulyo, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Senin (16/5). Targetnya, ke depan Kampung KB akan dilaksanakan di semua dusun se Banyuwangi.

Kampung KB merupakan program nasional yang di antaranya mencakup empat program yakni Pendewasaan usia nikah (PUP), Pemakaian Kontrasepsi, Ketahanan Keluarga, Peningkatan ekonomi produktif.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan program KB saat ini tidak hanya sekedar untuk meningkatkan peserta pengguna alat kontrasepsi dan menekan jumlah penduduk. Namun Program KB lebih mengarahkan dan mendidik masyarakat untuk memiliki perencanaan dalam membangun keluarga dan memberikan dampak strategis jangka panjang.

Sidomulyo KB

“Program yang dilakukan mencakup banyak aspek. Mulai dari pendidikan pranikah yang di dalamnya mencakup informasi usia ideal menikah, jarak ideal melahirkan, jumlah anak hingga perencanaan pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Selain itu, lewat Kampung KB, masyarakat akan diedukasi tentang bahaya narkoba dan penularan HIV/AIDS. Jika ini dilakukan akan memberikan kesejahteraan bagi keluarga,” ujar Anas.

Anas pun menambahkan, Kampung KB ini nanti akan diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan, mulai dari Puskesmas hingga Pos pelayanan Terpadu (posyandu).  “Ini justru memperkuat ketahanan keluarga hingga di level desa. Bekerja sama denga posyandu, akan ada pemeriksaan kesehatan anak, orang lanjut usia, serta konseling,” ujar Anas.

Sidomulyo KB

Ditambahkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP&KB) Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Pua Jiwa, setelah dilaunching menjadi kampung KB akan ada berbagai program yang dilakukan di  Dusun Sidomulyo. Tidak hanya program yang berkaitan dengan KB tapi juga peningkatan kesejahteraan keluarga.

Pelaksanaan program ini dikoordinir oleh kelompok kerja (pokja) yang ditunjuk dengan surat keputusan (SK) Bupati. “Akan ada berbagai program mulai kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” ujar Pua.

Pokja tersebut terdiri atas berbagai unsur mulai dari staf Puskesmas, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), staf Kantor urusan agama (KUA), hingga Kader PKK desa. Mereka yang tergabung dalam Pokja sudah mendapatkan pelatihan di Balai Diklat KB di Jember dan Surabaya. Selain itu khusus untuk bidan juga telah mendapatkan sertifikasi pelatihan Contrasepsy Technological Update (CTU).

“Kelompok kerja ini akan melakuan berbagai program pendampingan untuk masyarakat seperti bina keluarga dengan sasaran balita, remaja, lansia dan pelatihan kewirausahaan,” cetus Pua.

Untuk Bina Keluarga Balita (BKB) sasaran utamanya adalah orangtua, mereka akan diberikan edukasi tentang tumbuh kembang anak yang tepat seperti pentingnya Posyandu dan informasi nutrisi. Bina Keluarga Remaja (BKR), di antaranya dilakukan penyuluhan tentang bahaya pernikahan dini, dan kesehatan reproduksi. Sedangkan untuk Bina Keluarga Lansia (BKL) programnya seperti pemeriksaan rutin kesehatan para lansia di Posyandu, dan senam kesehatan lansia satu minggu sekali.

Sedangkan untuk masyarakat usia produktif, pokja akan bekerja memberikan program pelatihan kewirausahaan. Pelatihan ini disesuaikan dengan potensi yang ada di Kampung KB tersebut.

Misalnya saja untuk Kampung KB Dusun Sidomulyo dilakukan pelatihan pembuatan makanan kering berbahan dasar buah (dried fruit), pengolahan ikan lele menjadi aneka panganan seperti Siomay, tahu isi. Selain itu petani di dusun tersebut juga diarahkan untuk bisa menjual hasil pertanian mereka lewat pasar online misalnya Banyuwangi Mall.(Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment