Demo buruh

 

(BorneoBangkit, Banyuwangi) Belasan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia II mendatangi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi (Jawa Timur), Selasa (3/5/2016).  Sebagian dari mereka tampak emosi  lantaran belum menerima gaji, pasca tenggelamnya kapal tersebut di Selat Bali, (4/3/2016) lalu. 

Di kantor Dinsosnakertrans, mereka diterima staf seksi Perselisihan Hubungan Industrial. “Kami minta Dinsosnakertrans memediasi kami. Sampai saat ini kami masih belum gajian pasca tenggelamnya kapal Rafelia II,” ujar Hadi Priyanto, Kepala Kamar Mesin (KKM) Rafelia II, mewakili ABK, Selasa (3/5/2016).

 

Demo Gaji

Menurut Hadi, ABK kapal Rafelia II sudah tidak gajian selama 2 bulan. Pasca tenggelamnya kapal tersebut, pihak manajemen PT. Dharma Bahari Utama hanya memberikan janji kepada para ABK yang berjumlah sekitar 24 orang itu. 

Tak hanya ABK, sejumlah crew darat KMP Rafelia II juga tak kunjung menerima gaji. “Kami suda bertemu 3 kali dengan managemen tapi hanya janji-janji saja tidak ada kejelasan kapan akan dibayar,” tambah Hadi.

Menurut Hadi, gaji yang belum dibayarkan bervariasi, mulai Rp 7,5 juta hingga paling rendah Rp 1,8 juta. Pihaknya berharap dengan pelaporan ke Dinsosnakertrans ini bisa segera ada titik temu perselisihan gaji tersebut.

“Sebenarnya tak hanya gaji, ganti rugi barang dan kendaraan di kapal yang tenggelam juga belum ada. Selain itu, kompensasi korban selamat dan meninggal dari perusahaan juga belum ada,” pungkasnya.

Menanggapi pelaporan tersebut, Dinsosnakertrans Banyuwangi segera menindaklanjuti kasus tersebut. Pihaknya akan segera mendatangi kantor PT. Dharma Bahari Utama pengelola KMP Rafelia II.”Kita akan menanyakan langsung ke managemen. Apa penyebab tidak digajinya ABK. Selanjutnya akan kita mediasi,” ujar Dodi Widodo, Kasi Perselisihan Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Banyuwangi.

Sementara itu, Managemen PT. Dharma Bahari Utama tak membantah belum diberikannya gaji para ABK kapal KMP Rafelia II selama 2 bulan. Saat ini managemen masih melakukan koordinasi dengan direksi terkait pembayaran gaji karyawan yang saat ini dirumahkan itu. “Kita masih perjuangkan dengan direksi yang diatas. Kita sudah bertemu dengan para ABK dan sudah ada perjanjian yang mereka bawa. Kita pasti bayar kok,” ujar Fauzan, Manager SDM PT. Dharma Bahari Utama saat dihubungi melalui telepon genggamnya.(Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment