DBPR KOTA TANGSEL GELAR BIMTEK PENYUSUNAN PETA TEMATIK KELURAHAN DI KECAMATAN SETU

(IndonesiaBangkit.Net, Tangerang Selatan) – 16 April 2018 – Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), berikan Bimbingan Teknis (Bimtek) penataan ruang penyusunan peta tematik kelurahan (participatory mapping) kepada sejumlah staf Kelurahan dan Kecamatan Setu, di Aula Kecamatan Setu, pada Senin (09/4/2018). Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang DBPR Kota Tangsel Tonny Soewandi mengatakan, Bimtek tersebut merupakan program DBPR, untuk menambah wawasan aparat kelurahan dan kecamatan dalam bidang pemetaan, guna mewujudkan kebijakan satu peta (one map policy di tujuh kecamatan yang ada di Kota Tangsel.

“Peta yang dihasilkan dari partisipasi pemetaan ini, dapat menghasilkan peta yang lengkap serta akurat. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua instansi maupun stakeholder yang membutuhkan,” katanya. Sebab Menurut Tonny, dengan adanya kelengkapan peta yang lebih akurat, nantinya dapat dengan mudah merencanakan pembangunan di setiap kelurahan. Baik yang sudah diusulkan oleh masyarakat, kelurahan, kecamatan maupun dinas dan instansi lainnya.

“Jadi nanti akan mudah memetakan datanya, sementara baru Kecamatan Setu yang sudah berlangsung, nanti untuk kecamatan yang lain menyusul,” ujarnya. Ditempat yang sama, Pusat Penelitian Geografi Terapan Universitas Indonesia Ibni Sabil menjelaskan, participatory mapping dimaksudkan untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat tentang wilayahnya. Terutama untuk pemetaan batas RW, kemudian untuk titik-titik Sarana dan Prasarana (Sarpras) termasuk sekolah, kemudian tempat ibadah dan sebagainya.

“Hasil dari kegiatan ini nantinya diharapkan bisa dikroscek lagi ke kelurahan masing-masing atau ke lapangan untuk bisa dijadikan tablet data yang fix,” jelasnya. Selain itu, meski saat ini sifatnya masih pemetaan dasar. Nantinya dipakai pemetaan untuk rencana, dimana sebaran-sebaran sarpras ini terdata sehingga lokasi sarpras yang belum tersedia sarana dan prasarana, jalan yang memdai dan updating terhadap lokasi-lokasi yang bisa dijadikan rencana yang lebih matang.

“Diharapkan selain batas-batas mereka juga bisa mengintervarisir aset-aset diwilayah ini, sehingga perencanaan ke depan tidak terjadi kesalahan ketika merencanakan suatu pembangunan,” paparnya. Ditemui saat mengikuti Bimtek, Staf kelurahan Serpong Hery Partindo mengaku, Bimtek kali ini gampang-gampang susah. Sehingga menurutnya, perlu dilakukan survey secara langsung guna memudahkan diri dalam melakukan pemetaan. “Jadi harus survey langsung baru bisa menggabungkan antar RT, RW dan Kelurahan. Manfaat yang kami dapatkan ya jadi tau wilayah per-kelurahan,” pungkasnya.(adv)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment