BPJS KESEHATAN BANJAR OPTIMALISASI PROGRAM RUJUK BALIK

(IndonesiaBangkit.Net, Pangandaran)  5 April 2019 – BPJS Kesehatan Cabang Banjar terus melakukan peningkatan pelayanan kepada Peserta JKN-KIS, bertempat di Aula Puskesmas Legokjawa Kab. Pangandaran (5/4/19). BPJS Kesehatan Cabang Banjar mengadakan pertemuan dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat (FKTP) Kabupaten Pangandaran dalam rangka Optimaslisasi Program Rujuk Balik (PRB).

Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala BPJS Kesehatan Banjar, Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kab Pangandaran, Kepala Bidang Jaminan Manfaat Primer, Pimpinan FKTP baik swasta dan pemerintah serta Pengelola PRB, dan penanggung jawab Apotik PRB se-Kabupaten Pangandaran. Penerapan PRB di Kabupaten Pangandaran belum optimal, hal ini diakui oleh Kepala Cabang Banjar.

“PRB sebagai salah satu Program JKN-KIS merupakan sistem pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta JKN-KIS yang menderita penyakit kronis,  dengan catatan peserta telah berada pada kondisi stabil namun masih memerlukan pengobatan jangka panjang, masih terdapat beberapa kendala yang menyebabkan PRB belum berjalan optimal, hal ini harus kita selesaikan bersama, ini merupakan PR kita, agar PRB ini bisa benar-benar dapat berjalan dengan baik” Ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jayadi kepada indonesiaBangkit.net. Melalui PRB peserta JKN-KIS akan mendapatkan pelayanan kesehatan di FKTP berdasarkan rekomendasi/rujukan dari dokter spesialis/sub spesialis tempat peserta JKN-KIS tersebut dirawat sebelumnya.

Kepala Puskesmas Legokjawa Liza Okta P menyampaikan “Program rujuk balik ini merupakan program yang sangat baik dan perlu dilaksanakan bersama-sama baik oleh FKTP, RS, Apotek dan BPJS Kesehatan,  kami di lapangan siap menjalankan program ini, kami akan terus mengedukasi/memastikan peserta yang menderita penyakit kronis agar mengikuti PRB, kami akui program ini memang belum berjalan dengan optimal namun hal ini menjadi evaluasi kami di puskesmas, dan harapan kami obat-obatan di apotek PRB juga selalu tersedia dengan baik sehingga memudahkan peserta dalam mengikuti program ini, karena ketersediaan obat-obatan ini salah satu yang dikeluhkan oleh Peserta PRB”

“PRB yang berjalan dengan baik akan memudahkan Peserta (Prolanis) dalam mendapatkan pengobatan, perlu diingat peserta PRB adalah Peserta dengan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih, sehingga kemudahan yang diberikan kepada peserta melalui PRB akan sangant membantu peserta, dan juga tujuan memberikan layanan prima kepada peserta dapat tercapai” tutup Jayadi. (Cucu Agus Lesmana)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment