(IndonesiaBangkit, Maluku Tengah) Keterbatasan  informasi dan komunikasi  di pulau Rhun, menjadi kendala masyarakat untuk mengetahui peredaran uang rupiah yang baru emisi tahun 2016. Untuk itu kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku langsung turun untuk mensosialisasikan pecahan uang emisi baru tahun 2016. Sosialisasi uang rupiah difokuskan pada pengenalan fungsi-fungsi bank sentral dalam perekonomian, serta ciri-ciri keaslian uang rupiah emisi tahun 2016

Sosialiasasi Penukaran uang ini disambut secara antusias oleh masyarakat setempat dengan berbondong-bondong mendatangi petugas kas kelililing Bank Indonesia Perwakilan Maluku, yang melayani di tepi Pantai.  Tak hanya orang dewasa yang menyerbu loket penukaran uang, namun anak-anak di desa tersebut juga turut menukarkan uang mereka yang lama dan telah lusuh.

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Maluku sendiri  membuka layanan penukaran uang lusuh dengan uang baru emisi 2016 pecahan Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000 di Pulau Rhun, Kecamatan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). “Pelaksanaan layanan penukaran uang lusuh dengan uang baru merupakan bagian dari kegiatan Ekspedisi I Tahun 2017 ke pulau-pulau terluar di Kepulauan Aru 2-8 Mei 2017,” kata Pimpinan BI Provinsi Maluku Bambang Pramasudi yang ikut serta dalam tim tersebut.

Ia dan tim berkesempatan untuk mengunjungi Desa Rhun di Kecamatan Pulau Banda untuk terus memperkuat peredaran uang layak edar di daerah tujuan wisata utama Provinsi Maluku. Menurutnya, nilai penukaran uang di Pulau Rhun, Rabu (3/5) pagi itu sebanyak Rp. 25 juta uang lusuh dari warga setempat. Sedangkan dalam kegiatan Ekspedisi I Tahun 2017 atau yang ketiga kalinya yang di laksanakan BI sejak tahun 2016 membawa sedikitnya Rp3,5 miliar uang layak edar yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bambang  mengatakan Ekspedisi I Tahun 2017 ini dilaksanakan di tujuh pulau terluar di kawasan Kepulauan Aru yaitu Pulau Batu Goyang, Pulau Kultubai Selatan, Kultubai Utara, Pulau Penambulai, Pulau Kalawiera, dan Pulau Arakula. “Ekspedisi kas keliling pulau terluar ini merupakan bagian dari Program Nasional BI Jangkau,” ujarnya. Selain layanan penukaran uang, lanjutnya, dalam kegiatan ekspedisi itu juga dilakukan sosialisasi dan program sosial. Dia mengatakan sosialisasi uang rupiah difokuskan pada pengenalan fungsi-fungsi bank sentral dalam perekonomian, serta ciri-ciri keaslian uang rupiah emisi tahun 2016.

“Dengan dikeluarkannya 11 pecahan sekaligus dalam rupiah emisi tahun 2016, BI perlu memastikan bahwa informasi terkait ciri keaslian uang tersebut diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya. BI juga melaksanakan Program Sosial BI (PSBI) berupa bantuan buku dan alat pendidikan untuk tiga sekolah di Kabupaten Aru, yaitu SMP Negeri 7 Batu Goyang, SMAN 8 Longgar (Pulau Kultubai Selatan), dan SMAN 7 Koijabi (PulauKaraweira). Selain pelayanan penukaran uang, BI juga memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat di pulau-pulau yang disinggahi di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.(Kapitang). Cek Video disini


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment