Curi emas

(IndonesiaBangkit, Banyuwangi) Komplotan pencuri  perhiasan emas asal Malang berhasil dibekuk aparat Polsek Siliragung, Banyuwangi (Jawa Timur). Empat pelaku masing-masing dua pria serta dua wanita itu tertangkap setelah gagal menjalankan modus pencuriannya, Jumat siang(20/05).

Praktek pencurian ini berakhir di meja polisi setelah keempatnya, Ahmad Fitrianto (28), Mahmud (41), Samiasih (49) dan Maria (35), diteriaki maling oleh Hery Santoso (50), pemilik Toko Emas Anugerah di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Siliragung.  Empat warga Bantur, Malang, ini bermaksud kabur usai berhasil mengambil perhiasan emas yang diperdagangkan korban.

Curi emas

Kepada polisi, korban menjelaskan kalau sekitar pukul 09.30 WIB, tokonya didatangi 2 wanita yang baru turun dari Mobil Daihatsu Xenia Nopol N 1004 VH. Dua wanita itu, bernama Samiasih dan Maria. Keduanya berperan sebagai dua orang calon pembeli perhiasan. Awalnya sang pemilik toko perhiasan tidak menyadari tipu muslihat dua wanita itu.

Lantaran filosofi ‘pembeli adalah raja’,  maka Hery melayani dua wanita itu layaknya pembeli yang lain. Saat menjalankan modusnya, Samiasih dan Maria berpura-pura melihat perhiasan yang diperdagangkan korban. Sampai akhirnya, Samiasih menunjuk sebuah gelang emas agar dikeluarkan  dari etalase.

“Tak kasih karena keduanya melihat-lihat seperti pembeli yang banyak duit,” kisahnya di hadapan aparat yang menyidik kasus ini. Atas permintaan calon pembeli, Hery langsung mengulurkan perhiasan yang diminta kepada Samiasih.

Lantaran tokonya sedang ramai,  dia juga melayani pembeli yang lain. Tanpa sepengetahuannya gelang yang tadi dikeluarkan dari etalase diberikan Samiasih, ternyata langsung diserahkan kepada Maria.

“Mbak yang satunya (Maria) langsung bergegas menuju mobil. Kemudian diikuti pelaku kedua (Samiasih) yang semula menawar kemudian membatalkan niat,” jelas Hery.

Pemilik toko mulai sadar ada yang janggal dengan perilaku keduanya setelah melihat gelang emas yang tadi diulurkan tidak dikembalikan. Seketika itu dia meneriaki dua wanita tersebut dengan panggilan maling sehingga mengundang warga berdatangan turut mengamankan.

Rupanya, di dalam mobil Xenia terdapat dua orang laki-laki yang sudah menunggu. Dua pria itu masing-masing Ahmad Fitrianto dan Mahmud. Keempatnya kemudian langsung diamankan warga ke Mapolsek Siliragung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolsek Siliragung AKP Bakin, membenarkan ihwal kasus ini. Selain di Siliragung, para pelaku mengakui telah beraksi tiga kali di wilayah Banyuwangi. Toko emas lain yang diperdayai empat warga Malang itu ditengarai berada di kawasan Kota Jajag, Kecamatan Gambiran.

“Sore ini para pelaku akan kita mintai keterangan untuk menunjukkan lokasi lain yang pernah dijarah. Ini khusus yang TKP Banyuwangi saja. Soalnya mereka juga mengaku pernah beraksi sekali di Jember dan dua kali di Lumajang,” tegasnya.

Dari pengakuan para pelaku, ternyata mobil Daihatsu Xenia yang dipergunakan untuk melakukan aksi kejahatan bukan milik pribadi. Kendaraan itu disewa dari sebuah rental mobil yang ada di Malang. Sebelum menuju Bumi Blambangan, empat tersangka sempat menginap di Hotel Nusantara Jember.

“Toko Emas Anugerah memang bukan target khusus. Niatnya mau berwisata ke Pulau Merah. Begitu tahu di Siliragung ada toko emas, mereka merancang siasat jahat untuk beraksi,” terang AKP Bakin.(Belvana Cordelia)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment