BANK WAKAF MIKRO SASAR PONPES KRAPYAK YOGYAKARTA

(IndonesiaBangkit.Net, Yogyakarta)- 5 Mei 2018 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan pihak BSM membentuk Bank Wakaf Mikro di Ponpes Krapak Yogyakarta. Salah satu terobosan bidang jasa keuangan ini pun melibatkan banyak pihak terutama komunitas masyarakat.

Bank Wakaf Mikro ini mengandalkan kelompok sebagai upaya pemberdayaan masyarakat yang diberi pendampingan seperti kelompok ibu-ibu rumah tangga.
Untuk per kelompok yang terdiri 5-10 orang akan mendapat dana sebesar 1-2 juta rupiah. Salah satunya akan dilakukan di pesantren, dengan keterikatan kelompok tersebut dengan tokoh masyarakat/ agama, sehingga pemanfaatan dana lebih tepat guna.

Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menyasar usaha-usaha mikro yang dijalankan kelompok. Tujuan pendirian BWM untuk memberi kemudahan pembeayaan bagi usaha kecil mikro, memerangi riba, dan memberantas rentenir. Demikian diungkapkan Anto Prabowo, Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat membuka Press Tour Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bank Wakaf Mikro di Kantor OJK Yogyakarta, Sabtu (5/5).

Selain Anton, hadir sebagai nara sumber Untung Nugroho, Kepala OJK DIY; Deden Firmansyah, Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah, A Hari Tangguh Wibowo, Direkur Hubungan Masyarakat; dan Sekar Putih Djarot, Juru Bicara OJK. Anton menjelaskan, Bank Wakaf Mikro mengandalkan pemberadayaan masyarakat berdasarkan kelompok dan OJK akan memberikan pendampingan terhadap pelaku usaha. “Saat ini masih menyasar pesantren, tetapi ke depan juga menyasar ke agama lain non Islam.

Ide memberdayakan dengan tangan lembaga keuangan yg ada. maka jika tanpa agunan maka menggunakan tokoh. di krapyak ada halaqoh mingguan, dan sesama anggota akan saling membantu. Bank Waqaf Mikro kerjasama OJK dan BSM sebesar 8 M milyar di tahap awal. Sementara yang tengah proses senilai 5 Milyar sudah jalan.

Sumber dana banyak dari beberapa donatur beberapa pihak baik perorangan, organisasi utk mendonasikan dananya/waqaf. yang dikelola bank waqaf mikro.

Lebih lanjut Anton menjelaskan untuk bisa mengajukan pembeayaan kelompok harus menyusun proposal. Selain itu, kelompok harus memiliki badan hukum dan pembiayaan tidak menggunakan agunan. “Sedang bagi hasilnya hanya tiga persen,” kata Anton.

Besar pembiayaan bagi masing-masing pelaku usaha sebesar Rp 1-2 juta. Dengan pembeayaan sebesar itu, para pelaku usaha diharapkan tidak ada kredit macet. Sebab untuk angsuran masing-masing nasabah dilakukan ketika ada pertemuan setiap bulannya. “Selain mengangsur, pada pertemuan mingguan juga dilakukan pemantauan permasalahan masing-masing nasabah,” katanya.

Dana-dana yang disalurkan melalui bank mikro merupakan wakaf dari para donatur. Saat ini, sudah ada dana sekitar Rp 5 miliar. “Pemasok dana adalah perorangan dan orporasi, yang punya keinginan untuk mendonasikan/wakafkan dananya,” tandas Anton.

Bank Wakaf Miko berdiri bulan Oktober 2017 lalu, dan hingga 15 April 2018, nasabah sudah ada 4.152 pengusaha kecil, dan dana yang tersalurkan Rp 4,18 miliar. Setiap kelompok terdiri dari 5-10 orang dan setiap minggu ada halaqoh mingguan. “Dalam pertemuan tersebut dilakukan cicilan dan pemecahan masalah cicilan. Bila pinjaman Rp 1 juta dalam jangka waktu satu tahun, maka cicilannya sebesar Rp 20 ribu/minggu,” katanya. (Raya Sanjiwani)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment