(IndonesiaBangkit.Net, Mojokerto) JAS MERAH, Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah, demikian salah satu kalimat yang dipopulerkan Presiden Pertama Indonesia, Ir Soekarno. Hal ini pula yang tertanam dalam benak puluhan aktivis pencinta situs sejarah yang menamakan diri Aktivis Save Trowulan untuk menjaga keaslian sejarah tersebut.

Bersama dengan warga desa Sentono Rejo, kecamatan trowulan, puluhan aktivis Save Trowulan ini memindahkan lima kerangka mayat peninggalan cagar budaya dari candi brahu ke lokasi penemuan semula di candi kedaton. Sebelumnya sekitar dua bulan lalu, lima kerangka mayat cagar budaya ini dipindahkan paksa oleh Pemkab Mojokerto dari candi kedaton ke candi brahu dengan dalih gelar ritual. Hal ini yang kemudian menuai protes dari para aktifis save trowulan karena dianggap melanggar undang-undang cagar budaya.

Secara estafet dengan berjalan kaki sejauh 10 Km, kelima kerangka mayat tersebut diserah terimakan kembali para aktivis Save Trowulan kepada warga desa Sentono dan petugas BPCB untuk kembali dikebumikan ditempat semula. Sebelumnya selama dua bulan terakhir para aktivis berjuang untuk mengembalikan lima kerangka tersebut.

Kepada  IndonesiaBangkit.Net Kasi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatna BPCB Jatim  Edi Widodo mengakui pernah menerima surat dari Pemkab Mojokerto untuk melakukan ritual, namun faktanya justru lima kerangka dipindahkan. Untuk ini BPCB Jatim akan memberikan teguran kepada Pemkab Mojokerto. (Alif Putra)


Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment