AKSI FKPP CIJANTUNG II, BERJUANG TERUS MENCARI KEADILAN

(IndonesiaBangkit.Net, Jakarta) – 13 Februari 2018 – Tempat tinggal yang merangkap klinik hewan yang telah diratakan dengan tanah. Profesi sebagai dokter hewan pun kini telah hancur termasuk merumahkan 4 pegawai yang bekerja puluhan tahun. Hal ini dituturkan Drh. Ida Soenar Indarti selaku Ketua Forum Komunikasi Putra-Putri (FKPP) Cijantung-II usai beri keterangan ke media di komplek Cijantung jalan Anyelir Blok G-33, Pasar Rebo Jakarta Timur.

Ida menjelaskan bahwa yang melatar-belakangi aksi persatuan putra-putri Cijantung II karena kondisi perekonomian Indonesia yang tengah lesu. “Karena kami FKPP Cijantung II sangat menderita lahir batin. Hingga saat ini kami tinggal di kost seputar Cijantung, pasar Rebo dan ekstra kerja keras untuk memenuhi uang kost dan kontrak yang sudah satu tahun sejak digusur paksa sangat tidak etis secara UU dan peraturan yang berlaku,” tuturnya kepada IndonesiaBangkit.Net.

Ia juga menilai pihak Kodam Jaya telah melakukan prinsip menggusur dan diduga tidak beralasan secara Hukum. Apalagi seperti tidak sejalan dengan kebijakan Presiden RI, Joko Widodo yang dicanangkan dan sedang digaungkan. Serta sebagian penghuni yang tergusur adalah korban kebijakan dan prinsip penggusuran yg tidak berlandaskan hukum.

“Sederhananya terus kami mau buat KTP, KK, PASPORT, Perubahan Bank, Kartu BPJS,  Kartu Sehat, Kartu Pintar, perubahan ijin profesi dan sebagainya, lama-lama kami di paksa untuk tidak terdaftar menjadi WNI, ini Tidak sesuai dengan himbauan Presiden bahwa “Negara kita adalah negara hukum”, semua harus berdasar pada Hukum dan kami minta kembali ke Cijantung II,” tegasnya.

“Profesi Orang tua kami adalah berperang dengan mempertaruhkan darah dan nyawa untuk negeri ini. Tapi tidak digubris oleh Kodam, kami menjadi Tuna Wisma dan menderita lahir batin. Kemenhan harusnya melepaskan hak penguasaan yang pada tahun 1958 dikuasai lalu 6 bulan kemudian dicabut, tapi kok masih dipakai saat ini, 60 tahun kemudian,” ulasnya

Seperti diketahui rumah Cijantung II diberikan oleh Jenderal TNI Gatot Subroto sebagai Rumah Tinggal, karena saat itu negara tidak punya uang untuk membayar losmen, sehingga uang losmen itu yang dipakai untuk membangun rumah tipe RSS, sangat sederhana, tanpa air, lisrik, pagar, dan jalan tanah. Saat itu banyak yang tidak mau tinggal di Cijantung II tetapi menerima uang sewa hotel yang terbatas jumlahnya karena negara tidak mempunyai cukup anggaran, lalu bagaimana posisi yang telah menerima uang tersebut? ternyata dikelola selama 60 tahun dan bayar PBB selama 40 tahun.

FKPP Cijantung II dalam pers rilisnya menerangkan bahwa kenyataannya Cijantung II bukan milik Kodam, Rumah Dinas Golongan 2 adalah kebohongan publik karena sejatinya untuk menentukan Golongan Rumah Negara 1, 2, 3 syaratnya tanah tersebut harus milik instansi Kodam, Rumah Dinas secara UU sudah dihapus menjadi Rumah Negara. Menurut UU, rumah RSS tahun 60 tersebut telah mengalami penyusutan 2 persen setahun. Kalau tanahnya, dilihat dari PETA ONLINE BPN tertera berwarna putih, belum didaftarkan.

Kodam Jaya melakukan penggosongan rumah diduga  selain melanggar UU peraturan, dan kurang mematuhi terhadap himbauan kebijakan pemerintah yang ditargetkan 5 juta sertifikat tahun 2017 dan 7 juta untuk tahun 2018. Ada apa, dengan pelanggaran yang kurang patut itu harus terjadi pada Anak Pahlawan Pejuang Kemerdekaan bahkan ada yang membebaskan Papua.

FKPP Cijantung II juga menuntut Menhan RI bertanggung jawab untuk mengembalikan, dan membiarkan untuk memperoleh secarik pelepasan yang sebetulnya tidak berdasar. Penyelesaian Cijantung II harus dengan dasar, dengan UU, bukan peraturan kedinasan, karena tidak terbukti menjadi miliknya.

Menanggapi hal ini, pihak Kodam Jaya belum dimintai keterangan dan klarifikasinya untuk aksi yang digelar FKPP Cijantung II. Dan terkait aksi bentang spanduk protes (menggunakan karton) yang digelar didepan lokasi (eks) rumah kediaman Drh. Ida Soenar Indarti yang saat ini ditempati Komandan Korem 052/Wijayakrama, Kolonel Inf. Iwan Setiawan, bahwa terkait aspirasi warga tersebut akan ditampung.(Hery)


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Tags:
Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment