(Indonesia Bangkit, Maluku Tengah) Tak hanya tertinggal dalam masalah pembangunan infstruktur fisik pemerintah semata,  namun penduduk di Pulau Rhun yang berada di Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku, Provinsi Maluku merasa tertinggal untuk urusan informasi dan komunikasi. Seperti pengakuan Idris (35), warga pulau Rhun mengaku baru pernah melihat sebelas pecahan uang rupiah emisi tahun 2016 yang telah dikeluarkan Bank Indonesia.

Ironisnya, karena baru pernah melihat uang tersebut, Idris bahkan enggan untuk menukarkan uang pecahan rupiah lama pada petugas kas keliling Bank Indonesia. “Iya, saya tadi tidak mau menukarkan uang saya karena takut uangnya palsu. Makanya saya cek kebenarannya apakah uang tersebut benar-benar asli atau tidak. Dan ternyata mendapat penjelasan dari Kepala BI Perwakilkan Maluku, saya baru percaya dan menukarkan uang saya yang lama menjadi uang baru” tutur Idris.

Menurut Idris, dirinya enggan menukarkan uang pecahan rupiah lama, lantaran uang tersebut baru pernah dilihatnya dan belum pernah disosialisasikan, selain itu, dirinya pun berharap uang emisi rupiah baru tersenbut bisa disosialisasikan ke media-media agar mereka bisa mengenal pecahan uang rupiah tersebut. “Saya baru tahu ada uang ini sekarang, mungkin karena tidak pernah mengikuti informasi di televise makanya kita tidak tahu.

Hal senada juga disampaikan  Murni  (28), warga pulau Rhun terntang pecahan uang rupiah yang baru mereka lihat dan pegang. Menurut Murni, keterbatasan informasi membuat mereka tidak tau uang rupiah baru yang dikeluarkan bank Indonesia pada bulan okober 2016 lalu.

“ia kita baru pernah liat uang baru ini. Sebelumnya saya tidak pernah tau tentang uang ini. Dari bentuk fisik dan warnanya saya kira ini uang mainan. Namun setelah dijelaskan petugas Saya memberanikan diri untuk menukarkan uang saya yang lama dan lusuh”. Ungkap Murni.

Menurut Murni, keterbatasan informasi dan komunikasi di pulau mereka membuat mereka terkadang tertinggal dan terbelakang dari desa lainnya di Maluku Tengah. Belum lagi, listrik yang belum mengaliri desa dan pulau mereka, sehingga tidak bisa mengakses informasi melalui media elektronik seperti televise dan radio, serta internet.

“ya, beginilah kondisi kami, sekarang kami bisa bertahan dengan listrik dari tenaga mesin genset. mesin genset ini pun hanya bisa mengaliri desa kami dari jam 6 petang sampai 11 malam, setelah itu dimatikan.  Dengan kondisi daya genset yang kecil, tidak semua rumah di desa kami bisa teraliri listrik sehingga kami tidak bisa mengakses informasi melalui media televisi dan radio terkait perkembangan diluar sana”. Tutur Murni

Didera ketertinggalan informasi dan komunikasi membuat mereka berharap pemerintah pusat maupun provinsi maluku bisa memperhatikan nasib mereka,  terutama akses listrik dan transportasi.

Rhun Pulau yang dilupakan Negara ?

Pulau Rhun tak hanya dikenal Karena memiliki sejarah perjalanan penjajah ke Maluku dan Indonesia, namun Pulau Rhun merupakan cikal bakal tempat yang menjadi rebutan para penjajah di Bumi Maluku, Kepulaauan banda.Pernah menjadi pusat rempah-rempah dan ditukar dengan Manhathan yang sekarang New York Amerika Serikat, membuat pulau ini begitu terkenal hingga seluruh penjuru dunia. Namun kondisi saat ini berbanding terbalik dengan New York Amerika Serikat.

Ya, mungkin tak seindah Manhatan New York, yang berdiri megah dengan gedung-gedungnya yang megah serta super power,  hal berbanding terbalik dirasakan warga masyarakat di pulau Rhun, kepulauan Banda, Kabupaten  Maluku Tengah yang hidup dalam ketertinggalan dalam berbagai aspek. Dari pantauan Indonesia Bangkit.Net, Rabu (03/05), Selain, Transportasi yang menjadi kendala bagi masyarakat di pulau ini, namun pembangunan infrastruktur lainnya belum dirasakan oleh masyarakat setempat. Sekolah, Puskesmas, PLN, hingga air bersih pun menjadi masalah bagi warga di pulau Rhun.

Namun lebih memprihatinkan lagi, kondisi listrik yang tidak dirasakan masyartakat di desa setempat sehingga  warga kesulitan untuk mengakses informasi. Selain Listrik, Alat pengubung Komunikasi lainnya hingga kini masih menjadi kendala masyarakat. Telkomsel yang menjadi satu-satunya perusahaan operator telekomunikasi seluler di Kepulauan Banda tidaklah menjawab kebutuhan masyarakat karena jaringannya tidak beroperasi dengan baik.

Berbagai kendala dan masalah di pulau Rhun tersebut membuat, warga setempat menyatatakan  pulau Rhun yang menjadi idola dan terkenala dengan rempah-rempah sudah dilupakan pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Maluku. Mereka berharap ada kepedulian dan perhatian khusus terhadap pulau mereka yang semakin termarginalkan. (Kapitang)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment