(IndonesiaBangkit.Net, Aceh Utara) Peringatan 12 tahun penandatanganan kesepahaman damai antara Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di peringati setiap 15 agustus. Peringatan MOU ini di aceh utara berlangsung di kantor komite peralihan aceh wilayah pasee samudera geudong dan di hadiri sejumlah pejabat pemerintah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe serta DPRK dan Fakrurrazi dari DPD RI.

Kali ini merupakan peringatan ke-12 setelah penanda tanganan perjanjian damai di helsinkly finlandia pada 15 agustus 2005 lalu. RI dan GAM memghentikan pertikaian yang telah berlangsung puluhan tahun di Aceh..Tengku Zulkarnaini bin Hamzah adalah ketua komite peralihan aceh wilayah pasee mengatakan perdamaian ini merupakan milik masyarakat aceh yang perlu di jaga dan di isi dengan berbagai kegiatan membangun aceh ke depan.

Kegiatan ini juga menggelar doa bersama mengenang jasa para syuhada yang syahid dalam pertempuran. “Kita perlu merenungi berapa banyak korban akibat konflik di aceh.12 tahun sudah penanda-tanganan MOU Helsinky  namun mesih berjalan di tempat tegas Tengku Ni. Jangankan   untuk menjalankan  isi yang belum siap dibuat, yang telah siap saja sangat susah di jalankan bahkan ada salah satu isi undang undang pemerintahan aceh telah di hilangkan oleh pemerintah pusat ,ia berharap pada pemeritah pusat agar duduk kembali dengan iklas  dan menyelesaikan butir butir kesepahaman ini agar masyarakat aceh dapat menikmati hasil perdamaian yang sebenarnya.

Fakrurrazi senator dari senayan ini mengatakan ada dua  mekanisme untuk menyelesaikan persoalan mou ini pertama ada 37 pasal  uu pemerintahan aceh bertentangan dengan mou helsinky dan ini bukan ranahnya pemerintahan aceh  namun Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia. Yang bisa menfasilitasi problem ini adalah Crisis Management Initiative (CMI) yang berada di Finlandia  dalam hal ini  ia meminta Gubernur aceh  terpilih harus berani mengundang CMI memfasilitasi pertemuan  dengan kedua pihak yang bertikai agar persoalan aceh dapat diselesaikan .di samping itu Gubernur harus berani dan komit mengimplementasikan sejumlah kanun yang telah di buat .(Bang Pon)


Share:

Mr Indo Bangkit

Leave a Comment